Berita

Panen Padi Inpari-19 dengan Bupati Lombok Utara

Pin It

“Padi Inpari-19 menjadi andalan petani di Kabupaten Lombok Utara”, demikian sambutan Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H. Djohan Syamsu, SH mengawali panen raya padi di Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) “Pelopor” Desa Gondang, Kecamatan Gangga, KLU, (Rabu,18/12/2013). Bupati menyampaikan bahwa sekarang ini petani sudah sangat responsif terhadap teknologi, karena perkembangan jaman dan era globalisasi dimana teknologi informasi (IT) sudah merambah ke pelosok desa. Demplot Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang dikembangkan BPTP NTB menjadi percontohan bagi para petani, anggota kelompok tani untuk dapat diterapkan di lahan pertanian masing-masing. Bupati memberikan apresiasi yang tinggi kepada BPTP NTB yang secara terus-menerus membuat demplot, selain juga berbagai inovasi teknologi lainnya yang dikembangkan di KLU seperti teknologi sambung samping kakao, sambung pucuk kopi, manajemen pemeliharaan sapi melalui kandang kelompok dan pakan berkualitas, model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) dan lain-lainnya. Akhirnya Bupati minta agar model PTT untuk padi Inpari-19 ini terus dikembangkan dan dikawal para Penyuluh Pertanian Lapangan di seluruh KLU.

Dalam sambutannya Kepala BPTP NTB, Dr.Ir. Dwi Praptomo S.,MS menyampaikan bahwa pendekatan PTT ini merupakan upaya untuk mempercepat peningkatan produktivitas padi dalam menuju swasembada yang berkelanjutan, serta pencapaian target surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014. PTT menekankan pada penggunaan sumberdaya alam secara efisien dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi. Metode yang dilaksanakan untuk penerapan PTT ini dengan Sekolah Lapang (SL-PTT).  Hasil pengkajian BPTP NTB dari tahun 2002 hingga sekarang menunjukkan bahwa pendekatan PTT padi mampu meningkatkan produktivitas 15-30%.

Kepala BPTP NTB selanjutnya menjelaskan bahwa dalam demplot SL-PTT padi di Desa Gondang ini ditekankan pada dua aspek utama, yaitu penggunaan varietas ungul baru Inpari-19 dan penerapan system tanam jajar legowo. Inpari-19 dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat di KLU, umur pendek, provitas cukup tinggi, dan rasa nasinya pulen (disukai masyarakat KLU).

Acara panen raya demplot PTT padi Inpari-19 di Desa Gondang dipimpin oleh Bupati KLU, didampingi Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan KLU, serta undangan lainnya. Hasil ubinan Inpari-19 rata-rata mencapai 8,1 ton/ha GKP. Dengan hasil ini, petani merasa bahagia karena biasanya panen mereka rata-rata masih jauh di bawah hasil ini. Banyak petani yang menyaksikan panen raya ini menginginkan agar dapat diberikan benih Inpari-19 untuk ditanam di sawah masing-masing.

Selesai panen raya dilanjutkan dengan temu wicara antara para pejabat pemerintah dengan anggota kelompoktani. Yang banyak dibicarakan dalam temu wicara antara lain masalah keterlambatan benih dan sarana produksi, infrastruktur seperti saluran irigasi yang rusak, permintaan mesin pengering padi karena sering panen di musim penghujan, masalah hama dan penyakit, masalah pergantian bantuan benih dengan benih bersubsidi, dan usulan untuk pengembangan kedelai.

Panen raya dan temuwicara dihadiri para pejabat lingkup pertanian di tingkat provinsi NTB dan KLU, Camat, Kepala Desa, Penyuluh Pertanian, mitra swasta, KTNA, dan anggota kelompoktani, yang diperkirakan jumlahnya mencapai 200 orang.  (DPS)

Web Analytics