Berita

Pekan Pertanian Spesifik Lokasi (PPSL) II Tahun 2013 Di Kendari

Pin It

Untuk mendukung upaya penyebarluasan inovasi pertanian spesifik lokasi khususnya terkait dengan isu pentingnya penguatan ketahan pangan dalam situasi perubahan iklim, Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan Pekan Pertanian Spesifik Lokasi (PPSL) II dengan tema : “Percepatan Pemanfaatan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi  Mendukung Sulawesi sebagai Lumbung Pangan Nasional”. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Rusman Heriawan membuka secara resmi Pekan Pertanian Spesifik Lokasi (PPSL) II 2013 pada Kamis, (21/11/2013), bertempat di Area Eks. MTQ Jln. Sao-Sao, Kendari, Sulawesi Tenggara diikuti oleh 33 provinsi seluruh Indonesia. Rangkaian acara Pameran Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi, Gelar Teknologi dengan nuansa KRPL, dan Seminar Nasional Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi. Melalui PPSL II ini ditampilkan berbagai inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, Pemerintah Daerah, dan Swasta. Pelaksanaan PPSL II tahun 2013 diselenggarakan di Kendari, mengingat daerah tersebut sebagai salah satu simpul pertanian pangan dalam kerangka MP3EI. Sedangkan konsep penyajian inovasi teknologi spesifik lokasi dirancang berdasarkan atas delapan kluster agroekosistem. Peserta yang hadir sekitar 1000 orang, terdiri dari para pakar, pengambil kebijakan, peneliti, penyuluh, petani, mahasiswa, pelajar, praktisi pada bidang pertanian, swasta, dan masyarakat umum. Rusman Heriawan, dalam sambutannya mengatakan pembangunan pertanian dan pangan merupakan bagian dalam kerangka percepatan ekonomi Indonesia, khususnya dalam mewujudkan Sulawesi sebagai salah satu basis pembangunan pertanian nasional. Hal tersebut katanya, selaras dengan tema yang telah ditetapkan pemerintah pada koridor ekonomi Sulawesi dalam MP3EI, bahwa Sulawesi sebagai lumbung pangan nasional.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dalam laporannya mengatakan, PPSL 2013 merupakan sarana diseminasi baru oleh Badan Litbang Pertanian yang mengedepankan inovasi teknologi spesifik lokasi untuk mendukung pembangunan pertanian. Selanjutnya disampaikan bahwa melalui PPSL II ini, akan menghasilkan berbagai inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian, Perguruan Tinggi, Pemda, maupun Lembaga penelitian non Kementerian dan Swasta. Selain itu juga melalui PPSL akan dikomunikasikan hasil inovasi teknologi peranian dalam memperkuat ketahanan pangan.

Selanjutnya Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, menjelaskan bahwa, PPSL ke II ini dirancang atas delapan kluster agroekosistem yaitu Lahan Sawah Intensif dan Semi Intensif, Lahan Kering Dataran Rendah Beriklim Kering, Lahan Kering Dataran Tinggi Beriklim Kering, Dataran Rendah Beriklim Basah, Dataran Tinggi Beriklim Basah, Lahan Rawa Pasang Surut dan Lahan Rawa Lebak.

Pembagian delapan kluster ini untuk memudahkan para pengambil kebijakan di tingkat provinsi agar lebih mudah memahami dan selanjutnya lebih cepat mengadopsi sehingga tujuan diselenggarakannya PPSL ke II tepat sasaran. Tujuan PPSL ke II ini adalah untuk mengomunikasikan hasil-hasil inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi dalam memperkuat ketahanan pangan dalam menghadapi perubahan iklim.

Gubernur Sultra H. Nur Alam, pada kesempatan itu mengatakan bahwa event seperti ini penting dan strategis karena Sultra sedang giat-giatnya membangun daerah khususnya bidang pertanian, yang membutuhkan teknologi spesifik pertanian teknologi. Menurutnya inovasi teknologi sudah banyak yang ditemukan oleh pakar, tetapi belum dimanfaatkan atau belum diterapkan secara maksimal sehingga dibutuhkan peran tenaga penyuluh. Usai membuka PPSL, Wamentan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara dan para pejabat, mengunjungi  stand pameran inovasi pertanian spesifik lokasi dan gelar teknologi berupa Model Kawasan Rumah Pangan Lestari Balitbang Kementan di lokasi kegiatan.

Dalam rangkaian acara PPSL II ini juga diadakan Seminar Nasional Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi selama dua hari. Selesai acara pembukaan PPSL II dilanjutkan dengan pembukaan Semnas telah dilaksanakan pada Kamis, (21/112013) bertepatan pula dengan pembukaan PPSL. Acara pembukaan Semnas dilaksanakan di Ballroom Swissbel Hotel. Peserta yang hadir pada pembukaan terhitung lebih dari 300 orang, sehingga sangat memeriahkan jalannya acara tersebut.

Acara Semnas dibuka dengan penyampaian Keynote Speech oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, menyajikan topik “Sistem Analisis bagi Penguatan Sistem Inovasi Daerah”. Pada hari kedua, acara Semnas diisi oleh paralel session yaitu presentasi oral bagi makalah-makalah yang terpilih. Presentasi oral ini dibagi ke dalam empat kelompok yang didasarkan pada pengelompokkan agroekosistem, antara lain: lahan sawah, lahan kering dataran rendah, lahan kering dataran tinggi dan lahan rawa+lintas agroekosistem.  Bukan hanya presentasi oral, pada hari kedua ini juga dilaksanakan presentasi poster yang juga sudah dikelompokkan berdasarkan empat agroekosistem tersebut.   (Sumber : Farida Sumawati M)

Web Analytics