Berita

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Akan Mengembangkan KRPL

Pin It

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan mencontoh keberhasilan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) yang diaksanakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Sumbawa Barat Drs. H. Mala Rahman dalam sambutannya pada Acara Temu Lapang Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) yang berlangsung di Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mekar Permai”, Desa Beru, Kecamatan Brangrea, Sumbawa Barat Kamis, (21/11/2013). Temu lapang yang dihadiri lebih dari 150 anggota KWT pelaksana m-KRPL dan KRPL se Kabupaten Sumbawa Barat tersebut berlangsung meriah dan penuh keakraban. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan KSB, Kepala Dinas Kehutanan, Pertanian dan Perkebunan, Kabid Penyuluhan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kelautan, DPRD Sumbawa Barat, TP PKK, Camat Brangrea, Dan Ramil, Kapolsek, PPL Kecamatan Brangrea dan Seteluk, Kepala Desa, Babinsa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kedatangan Wakil Bupati disambut Kepala BPTP NTB bersama Kepala SKPD, Camat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat yang dimeriahkan tabuhan “Gong Genang” (gendang khas setempat: red) yang biasa digunakan menyambut kedatangan tamu kehormatan di wilayah tersebut. Wakil Bupati sangat terkesan dengan keberhasilan m-KRPL yang dilaksanakan oleh KWT Mekar Permai dibawah bimbingan BPTP. Apa yang dilakukan oleh masyarakat disini (KWT Mekar Permai red) sangat baik dan patut dicontoh oleh masyarakat lain. Atas nama pemerintah KSB mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPTP NTB yang telah menempatkan kegiatannya di KSB dan memberikan bimbingan teknis kepada para petani dalam hal budidaya aneka tanaman dan ternak hingga berhasil seperti yang kita saksikan sekarang ini. Insya Allah Pemerintah KSB melalui SKPD terkait akan mengembangkannya di semua Desa dan diharapkan BPTP NTB dapat membantu dalam pembinaan teknisnya.

Lebih lanjut Mala mengungkapkan dalam bahasa Samawa yang kira-kira artinya “kehadiran m-KRPL ini mengingatkan kita pada masa dahulu, bahwa hampir semua kebutuhan rumah tangga sehari-hari dipenuhi sendiri tanpa harus membeli, karena hampir semua kebutuhan pangan kita tersedia di ladang, kebun atau di hutan. Kita tinggal mengambilnya, jadi konsepnya sama, bedanya dengan yang sekarang adalah kita harus rajin memeliharanya dengan memanfaatkan lahan pekarangan walaupun sempit”, tandasnya.

Wakil Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu fokus pada beras, banyak sekali pangan alternatif lokal penganti beras, seperti talas, jagung, uwi, singkong, yang banyak terdapat di KSB dengan merubah pola pangan, katanya sambil menceriterakan pengalamannya ketika berkunjung ke China yang sudah menerapkan pola diversifikasi pangan.

Kepala BPTP NTB yang diwakili Penanggung Jawab m-KRPL Dr. Moh. Nazam, SP.M.Si dalam penjelasan teknis menyampaikan bahwa m-KRPL adalah konsep optimalisasi pemanfaatan pekarangan dengan aneka tanaman/ternak/ikan termasuk tanaman obat-obatan yang dibutuhkan rumah tangga sehari-hari, agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara mandiri dan berkelanjutan. Konsep pemanfaatan pekarangan bukanlah hal yang baru, dulu kita kenal istilah UPGK (usaha perbaikan gizi keluarga: red). Pengembangan m-KRPL harus didasarkan pada kondisi lokal setempat (luas pekarangan, kondisi sosial/budaya, ekonomi) dan harus berkawasan minimal kawasan kelompok yang beranggotakan sekurang-kurangnya 25 KK. Mengapa harus berkawasan, supaya memudahkan dalam pengawasan dan pemeliharaan, ada rasa kebersamaan dan partisipatif, ujarnya. Selanjutnya dilaporkan bahwa BPTP NTB telah melaksanakan m-KRPL sebanyak 24 unit/kelompok yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota. Tiga unit/kelompok telah ditumbuhkan di Kabupaten Sumbawa, yaitu KWT Pakis Indah di Desa Rempe, Kecamatan Seteluk pada tahun 2012, dan pada tahun 2013 dilaksanakan di dua lokasi, yaitu KWT Nusa Indah, Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk dan KWT Mekar Permai, Desa Beru, Kecamatan Brangrea. Nazam juga menyampaikan bahwa hasil m-KRPL sebagian besar (62,5%) untuk konsumsi sendiri, 25,25% untuk sosial (diberikan kepada tetangga/sahabat) dan 12,25% yang dapat dijual. Dengan kondisi tersebut setiap rumah tangga mampu menghemat pengeluaran antara Rp.200.000 s/d Rp.500.000 per bulan.

Pada akhir kegiatan Temu Lapang Wakil Bupati berkenan melakukan panen  terong dan cabai. Pada kesempatan tersebut Ketua KWT Mekar Permai Maskendi menyerahkan hasil panen pekarangan kepada Wakil Bupati sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Wabup di wilayah KWTnya. Keberhasilan KWT Mekar Permai dalam membangun m-KRPL tidak terlepas dari peran aktif para anggotanya yang kompak dibawah bimbingan PPL Desa Beru Yulia Wahidah dan adanya local champion setempat yang inovatif dan kreatif.  (Sumber : M Nazam).

Web Analytics