Berita

Pencanangan Sambung Samping Kakao Dan Sambung Pucuk Kopi Di Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Pemerintah daerah NTB mencanangkan program rehabilitasi tanaman kakao dan kopi yang akan dimulai pada tahun 2013 di kabupaten Lombok Utara. Pencanangan program rehabilitasi tanaman kakao dan kopi melalui kegiatan sambung samping kakao dan sambung pucuk pada tanaman kopi diawali dengan kegiatan demplot oleh Dinas Perkebunan Propinsi NTB. Terkait hal tersebut Dinas Perkebunan NTB bekerjasama dengan Pemda Sulawesi Tengah menyiapkan bantuan entres kakao S-1 dan S-2 sebanyak 3000 pucuk atau dapat disambung pada kakao seluas 9 ha di kelompok tani “Sari Bunga” Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara yang juga merupakan binaan BPTP NTB melalui kegiatan m-P3MI. Pencanangan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIII. Tingkat Provinsi NTB, Kamis (7/11/2013) secara simbolis kelompok tani Saribunga menerima bantuan entres kakao dan kopi yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat. Pencanangan bantuan entres selain dihadiri oleh Wakil Gubernur juga dihadiri oleh Bupati Lombok Utara, Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Tengah, Dinas Perkebunan Propinsi NTB, Badan Ketahanan Pangan, Bakorluh, BPTP NTB, Bappeda, Bank NTB, dan SKPD lingkup kabupaten Lombok Utara. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan NTB, dalam kata sambutan menyampaikan bahwa luas perkebunan kakao di NTB adalah 6.777,56 ha dan kabupaten Lombok Utara menempati peringkat pertama dengan luas perkebunan kakao 2.923,35 ha, sisanya tersebar dikabupaten lain. Tanaman kakao mulai dikembangkan di kabupaten Lombok Utara sejak tahun 1986/1987 dan kini umur tanaman sudah mencapai 27 tahun. Seiring dengan bertambahnya umur tanaman kakao maka diikuti pula dengan menurunnya produksi dari tahun ke tahun, untuk itu Dinas Perkebunan Propinsi NTB melaksanakan program rehabilitasi kakao dengan teknik sambung samping. Sebagai batang atas (entres) dilakukan kerjasama dengan Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Tengah untuk menyediakan entres bersertifikat yang berasal dari klon Sulawesi-1 (S-1) dan Sulawesi-2 (S-2), dan diharapkan hasil dari penyambungan tersebut dijadikan sebagai kebun induk dan nantinya dapat digunakan sebagai kebun entres untuk pengembangan kakao di wilayah NTB pada masa mendatang. Dikatakan pula bahwa pembangunan kebun entres kakao juga berdampingan dengan kegiatan BPTP NTB yang pada tahun 2013 melalui program m-P3MI SMARTD juga melakukan kegiatan rehabilitasi dengan teknologi sambung samping pada kelompok tani yang sama dengan luas 3 ha. Hal ini merupakan sinergisme kegiatan dimana BPTP sebagai sumber teknologi dan Dinas Perkebunan mengimplementasikan kedalam bentuk kegiatan scaling up. Selanjutnya Bupati Kabupaten Lombok Utara melaporkan bahwa tanaman kakao yang dikembangkan diwilayahnya akan dijadikan “icon” kabupaten karena sektor perkebunan khususnya kakao termasuk penyumbang PAD terbesar untuk kabupaten Lombok Utara. Sektor perkebunan merupakan penggerak perekonomian rakyat, namun selain kondisi pertanaman yang perlu diperbaiki melalui rehabilitasi teknologi sambung samping masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa Rempek adalah kondisi prasarana jalan ekonomi yang juga perlu mendapat perhatian. Untuk itu pembangunan prasarana tersebut diharapkan juga menjadi prioritas dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah propinsi NTB. Pada kesempatan ini Wakil Gubernur NTB juga menyampaikan sambutan antara lain pembangunan sektor perkebunan adalah juga merupakan salah satu program kerja 99 hari Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih periode 2013-2018. Perkebunan kakao adalah salah satu perkebunan penting yang ada di NTB selain komoditas perkebunan lainnya, untuk itu upaya Dinas Perkebunan Propinsi NTB dalam rangka meningkatkan mutu produksi kakao perlu diapresiasi. Masyarakat harus menyambut dengan suka cita kegiatan yang dilakukan melalui teknologi sambung samping ini dan terus dikembangkan serta ditingkatkan mutunya sehingga peningkatan pendapatan dari kakao secara signifikan terlihat hasilnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah daerah Sulawesi Tengah atas kerjasamanya, ini merupakan sinergisme kedua pemda dalam pengembangan kakao khususnya di NTB untuk perbaikan kualitas dan peningkatan produksi kakao masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan entres kakao dan kopi oleh Wakil Gubernur NTB kepada kelompok tani dan dilanjutkan dengan demonstrasi sambung samping yang dipandu oleh okulator dari Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Tengah. Demonstrasi sambung samping selain dilakukan oleh Wakil Gubernur juga oleh Bupati Lombok Utara, Kepala Dinas Perkebunan NTB dan Kepala SKPD lainnya (Sumber : Sudarto dan Yohanes Geli Bulu).

Web Analytics