Berita

Temu Lapang Dan Panen Kedelai Kerjasama Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Dengan Kelompotani di NTB

Pin It

Gubernur Nusa Tenggara Barat melakukan Temu lapang dan panen kedelai kerjasama antara Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) dengan Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian NTB, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, dan Kelompok Tani Pade Girang, Senin (4/11/2013) di Kelompok Tani Pade Girang Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Acara ini di hadiri oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Ketua Umum DPP PERHIPTANI Ir. H. Isran Noor, M.Si, Ketua DPR Provinsi NTB, Sekertaris Bakoorluh Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Kepala BPTP NTB, serta UK/UPT Dinas Instansi Terkait, dan seluruh penyuluh PNS, Penyuluh Swadaya maupun Penyuluh THL.

Acara diawali dengan panen kedelai dilakukan bersama Gubernur NTB, Ketua Umum DPP PERHIPTANI, Sekertaris Bakorluh, Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas PertanianTanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Dirjentan, Walikota Mataram, dan pejabat lingkup pertanian dan para petani.

Hasil panen kedelai yang diinformasikan cukup baik, dengan produktifitas rata-rata mencapai 2,4 ton/ha dari kegiatan Demfarm SLPTT kedelai. Keberhasilan yang diperoleh saat ini tidak terlepas dari hasil pendampingan teknologi oleh BPTP NTB dan penyuluh di tingkat lapangan.

Panen Demfam kedelai ini juga merupakan hasil kerjasama multi pihak secara terpadu dimana petani sebagai pelaku, sedangkan peneliti, penyuluh dan teknisi merupakan pendamping teknologi.

Dari penampilan kedelai hasil Demfam SLPTTĀ  setiap tanaman menghasilkan 70-102i/polong dibanding cara petani sebesar 40/polong. Bila dilihat hasil panen hasil pendampingan teknologi rata-rata dapat mencapai 1-2,5 ton/ha, dengan hasil panen demfam SLPTT di Kota Mataram dapat mencapai sebesar 2,4 ton/ha, hal ini merupakan peningkatan produktivitas penanaman kedelai.

Ketua Umum DPP PERHIPTANI Ir. H. Irsan Noor, M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwa penyuluh merupakan pahlawan negara, untuk itu diharapkan dapat mengoptimalkan dan memberdayakan penyuluh yang berada di daerah dalam rangka swasembada kedelai maupun swasembada komoditi utama lainnya. Dikemukakan pula oleh Gubernur NTB Dr. TGH M. Zainul Madjdi, bahwa program swasembada padi, kedelai, jagung, sapi dan tebu diharapkan menjadikan para petani dan penyuluh lebih giat dalam bekerja.

Dalam pertemuan ini dirangkai dengan penyerahan piala dan penghargaan berprestasi bagi Penyuluh PNS, Penyuluh Swadaya, Penyuluh THL, Gapoktan berprestasi dan ketua Kelompok tani berprestasi. Selanjutnya dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama (MOU) pembelian kedelai petani antara BULOG DIVRE NTB, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, dan kelompoktani.

Acara diakhiri dengan temu wicara antara penyuluh dengan Gubernur NTB dan Ketua Umum DPP PERHIPTANI yang dipandu oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS. Dalam temu wicara ini dikemukakan beberapa hal mengenai peraturan Presiden tentang masa pensiun bagi penyuluh, Sertifikasi Penyuluh dan honor penyuluh THL. (Sumber : Nurul Agustini dan Farida Sukmawati M)

Web Analytics