Berita

Inception Workshop “Reducing Disaster Risk Caused By Changing Climate In NTB And NTT Provinces Of Indonesia”

Pin It

Inception Workshop Kerjasama BPTP NTB, Food and Agriculture Organization (FAO) dan AUSAID dilaksanakan di Hotel Jayakarta, Kamis, (26/9/2013). Acara ini  dihadiri dan dibuka oleh Kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSLDP) dalam hal ini diwakili oleh Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ali Jamil, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian dalam hal ini diwakili oleh Prof. Dr. Darman M. Arsyad, Kabid KSPHP BBSLDP Dr. Edi Husen serta perwakilan dari FAO Program Dr. Ageng Heriyanto, Dinas/Instansi terkait di tingkat provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, para peneliti dan penyuluh serta perwakilan dari LSM yang berada di Nusa Tenggara Barat.

Acara workshop dibuka oleh Dr. Ali Jamil yang dalam kata sambutannya  mengungkapkan bahwa “Climate Change” menjadi pembicaraan di kalangan pemegang kebijakan karena hal ini membawa dampak luas. Diharapkan agar masyarakat benar-benar memahami  dan melaksanakan adaptasi terhadap fenomena kehidupan dan sumber kehidupan. FAO dalam hal ini membantu mendukung pemerintah Indonesia untuk memahami kepekaan yang dirasakan oleh para petani. Selanjutnya disampaikan, bahwa dalam menjalankan project di dua propinsi (NTB dan NTT), yang harus ada dalam kegiatan ini adalah  membangun proses dialog dan kerjasama yang baik dengan FAO. Peran yang besar diperlukan untuk melaksanakan project sehingga kesemuanya dapat memberikan manfaat. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari BPTP sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan pengkajian, perakitan dan diseminasi teknologi pertanian.

Sambutan  juga disampaikan oleh perwakilan FAO untuk Indonesia Dr. Ageng Heriyanto dalam sambutanya menyampaikan bahwa FAO ingin memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dalam antisipasi perubahan iklim global. FAO ingin bekerja sama secara langsung dengan petani dan melakukan kegiatan-kegiatan yang membumi. Diharapkan kerjasama dengan Badan Litbang Pertanian yang dalam hal ini diwakili Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, BPTP NTB dan BPTP NTB, serta stakeholder terkait lainnya dapat ditindaklanjuti dan segera operasional. Untuk NTB, Kabupaten Lombok Timur menjadi pilihan karena daerah ini rentan terhadap perubahan iklim dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.

Sessi selanjutnya adalah penyampaian presentasi yang disampaikan oleh  FAO Program John Weatherson, ahli yang berbicara tentang konservasi pertanian diantaranya menyampaikan tentang bagaimana kita meminimalkan gangguan pada tanah, memberikan rotasi dan penutup pada tanah serta mengatur crop rotational, melakukan demonstrasi plot pada tanaman. Presentasi ke dua disampaikan oleh Dr. Ahmad Suriadi tentang pengelolaan air dalam hal ini menyampaikan tentang bagaimana membuat sumur untuk menampung air hujan untuk ketersediaan air bagi tanaman di musim kemarau dan dengan demikian tanaman tidak kekurangan air serta berapa data dan informasi tentang debit air yang dibutuhkan untuk mengairi kebutuhan pertanaman. Presentasi ketiga disampaikan oleh Christopher Baker yang memberikan penjelasan tentang program FAO di NTB dan NTT, serta rencana keberlangsungan proyek ini kedepanya.

Acara presentation dilanjutkan dengan diskusi dari perwakilan Universitas, Dinas/Instansi Pemerintahan serta dari LSM. dalam diskusi ini ada beberapa hal disampaikan diantaranya tentang bagaimana cara membangun kebersamaan dengan petani, bagaimana menggiring petani memakai inovasi yang telah diterapkan  dan bagaimana segala aspek harus dikaji dalam pelaksanaan kegiatan proyek yang di serahkan kemasyarakat karena selama keberlangsungan program diharapkan semua pihak dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan, sehingga dapat dirasakan secara bersama-sama khususnya bagi masyarakat petani.

Dalam sessi penutupan, Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS menyampaikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberi kontribusi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Kebersamaan dan koordinasi merupakan kunci utama keberhasilan program. Diharapkan stakeholder lapangan, yaitu para penyuluh pertanian dapat berperan dalam pendampingan kegiatan ini karena merekalah yang sehari-hari ada di lapangan mendampingi para petani. Terakhir Kepala BPTP NTB menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta workshop yang telah berperan aktif dalam diskusi. (Sumber : Nani Herawati dan H. Suriadi)

Web Analytics