Berita

Workshop Pelaksanaan “Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) Berbasis Teknologi Usahatani Kakao” Di Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Workshop pelaksanaan “Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) Berbasis Teknologi Usahatani Kakao di Nusa Tenggara Barat” dilaksanakan di Desa Rempek Kecamatan Gangga Kamis, (19/9/2013). Kegiatan ini merupakan inisiasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB dan dihadiri Bupati Lombok Utara, Ketua Tim Penggerak PKK, Disperindag Provinsi NTB, Badan POM Propinsi NTB, Bakorluh Provinsi NTB, Dinas Perkebunan Propinsi NTB, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lombok Utara, Kepala Desa Rempek, para petani dari lima kelompok tani kakao di Desa Rempek, anggota KWT “Mentari” Desa Rempek. Kegiatan Workshop juga dihadiri oleh beberapa perusahaan swasta sebagai mitra petani antara lain: PT Petrosida Gresik, UD Ibnu Farm, dan UD Sindu.

Acara workshop dibuka oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., M.S,  mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari BPTP sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan pengkajian, perakitan dan diseminasi teknologi pertanian. Kepala BPTP NTB dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop pelaksanaan m-P3MI Berbasis Teknologi Usahatani Kakao di Kabupaten Lombok Utara yang merupakan sentra komoditi kakao di Propinsi NTB merupakan salah satu upaya untuk membangun komunikasi, kemitraan dan integrasi program pembangunan daerah guna mempercepat perluasan diseminasi inovasi teknologi. Lebih lanjut diungkapkan bahwa Kabupaten Lombok Utara, Khususnya Desa Rempek memiliki potensi dalam pengembangan tanaman perkebunan (kakao dan kopi) serta tanaman buah-buahan seperti durian, manggis, pisang dan kelapa. Permasalahan utama yang dihadapi petani kakao adalah tanaman kakao yang sudah berumur tua dan serangan hama penyakit PBK dan busuk buah yang menyebabkan produktivitas kakao relatif sangat menurun. Oleh karena itu sangat dibutuhkan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman kakao. Kegiatan utama yang dilakukan dalam implementasi m-P3MI adalah peningkatan produktivitas kakao melalui perbaikan teknologi budidaya kakao.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan BPTP NTB dalam implementasi model sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao di Desa Rempek antara lain: 1). melakukan percontohan sambung samping kakao di kelompok tani “Sari Bunga” dan “Lestari” seluas 3 ha atau jumlah pohon kakao yang telah di sambung samping sebanyak 2600 pohon. Teknologi sambung samping kakao telah diikuti oleh 10 orang petani di kelompok tani “Patuh Angen” dengan jumlah pohon kakao yang disambung samping sebanyak 1.148 pohon 2). melakukan demplot pemupukan seluas 4 ha dengan menggunakan pupuk organic 3). melakukan pemangkasan tanaman kakao 4). melakukan pengendalian hama penyakit dengan Biopestisida bekerjasama dengan PT Petrosida Gresik. Kegiatan lain yang telah dilakukan BPTP NTB untuk mendukung pelaksanaan model adalah pemberdayaan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas KWT dan UKM “Mentari” Desa Rempek dalam pengolahan hasil pertanian. Pendampingan KWT dalam pengolahan hasil pertanian seperti pengolahan pisang, talas, ubi kayu, ubi jalar, kopi, dan pengolahan kulit buah kakao untuk bahan pembuatan kue.

Dalam workshop ini, Bupati Lombok Utara, H. Djohan Samsu menyatakan kegembiraannya dengan adanya inovasi teknologi yang telah diberikan BPTP NTB khususnya untuk tanaman kakao dimana sambung samping kakao merupakan ilmu baru yang diperoleh petani kakao di Desa Rempek. Melihat potensi di Kabupaten Lombok Utara sebesar 3.100 ha lahan perkebunan untuk komoditas kakao diharapkan sistem sambung samping kakao agar diperluas oleh Dinas Perkebunan sehingga dapat meningkatan kembali produktivitas kakao yang sudah menurun selama lima tahun terakhir ini.

Dalam sesi diskusi banyak dimanfaatkan petani untuk bertanya langsung kepada instansi terkait mengenai pengembangan teknologi kakao. Terkait dengan pengembangan teknologi sebagian besar petani kakao di daerah ini sangat membutuhkan pembinaan dan pendampingan teknologi tanaman kakao, terutama mengenai teknologi sambung samping. Masalah utama yang dirasakan petani kakao dalam melakukan sambung samping adalah sulitnya memperoleh sumber entres kakao untuk sambung samping yang berasal dari klon unggul.

Menanggapi kesulitan ini, salah satu peneliti dari BPTP NTB, Dr. Ir. Yohanes Geli Bulu, M.Si, mengajak para petani untuk sementara menggunakan sumber entres dari klon lindak yang sudah ada. Akan tetapi, para petani perlu belajar untuk mengidentifikasi pohon induk kakao yang memiliki sejarah berproduksi tinggi minimal 1 kg/pohon. Saat ini sumber entres kakao yang digunakan dalam kegiatan sambung samping  adalah merupakan hasil seleksi dari kakao klon lindak dari Desa Genggelang, Bentek dan Rempek. Ke depan kebun inti untuk sumber entres sambung samping perlu dipersiapkan dari kakao SE yang telah dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lombok Utara. Ditambahkan oleh Kepala BPTP NTB bahwa peluang ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk membangun kebun entres di Kabupaten Lombok Utara sehingga petani bisa memperoleh sumber entres dari klon unggul kakao.

Setelah acara diskusi dan tanya jawab berakhir, Bupati beserta Ketua Tim Penggerak PKK dan SKPD lainnya dipersilahkan mencicipi hasil olahan dari KWT/UKM “Mentari”. Beberapa produk olahan yang disuguhkan antara lain manisan tomat, dodol tomat, dodol pisang, steak talas, kopi vanilla, dan bergedel ubi jalar, timus ubi jalar, seta burger Rempek. Berbagai produk olahan ini mendapat respon yang sangat baik dari Bupati dan juga pujian dari para undangan yang mencobanya. Diharapkan kedepan hasil olahan ini bisa dikemas dengan baik sehingga dapat dipasarkan lebih luas. Bupati juga menghimbau bahwa ilmu yang telah diberikan oleh BPTP NTB dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait dan penyuluh agar dipahami dan dipraktekkan untuk dikembangkan di desa-desa lain sehingga membawa dampak positif bagi petani dan perkembangan pertanian di Kabupaten Lombok Utara.  (Sumber : Sylvia K U dan Yohanes G.B.)

Web Analytics