Berita

Temu Lapang m-KRPL Di Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat

Pin It

Temu Lapang model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) telah dilaksanakan pada Rabu (18/09/13) di kelompok wanita tani (KWT) “Karya Wanita “ Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Temu lapang dihadiri sekitar 120 orang peserta, terdiri atas pejabat Dinas/Instansi terkait tingkat Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat, Kasiter Korem 162/Wira Bhakti, para penyuluh Kecamatan Lembar, Polsek, Babinsa, aparat desa setempat dan kelompok wanita tani se Kecamatan Lembar. Hadir pula penyuluh dan peneliti BPTP NTB dan Perwakilan PT. Dyriz Ind. Wilayah NTB.

Acara Temu Lapang diawali dengan kunjungan lapang para peserta ke rumah-rumah anggota KWT yang mengikuti program m-KRPL yang diakhiri dengan panen hasil m-KRPL secara simbolis oleh Kepala BPTP NTB dan diikuti oleh Pejabat yang mewakili Bakorluh NTB, BKP Provinsi NTB, Kasiter Korem 162/Wira Bhakti, Kabid Pertanian Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kab. Lombok Barat dan Perwakilan PT Dyriz Ind. Wilayah NTB.

Acara selanjutnya adalah Temu Wicara yang dipandu langsung oleh Kepala BPTP NTB dengan menampilkan para pejabat Dinas/Instansi, Korem 162/Wira Bhakti dan PT Dyriz Ind Wilayah NTB sebagai pembicara/narasumber. Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo, MS dalam kata pengantarnya menyatakan bahwa program m-KRPL adalah program nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia. Program m-KRPL ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan sumberdaya pekarangan secara optimal dengan aneka tanaman/ternak yang merupakan kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Dengan demikian kebutuhan masyarakat akan pangan dan gizi yang berkualitas dapat terpenuhi dan sekaligus dapat menghemat pengeluaran rumah tangga. Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian (Bakorluh) Provinsi NTB yang diwakili Drh. Wildan Arief menyatakan bahwa implementasi m-KRPL dan pengembangannya tidak terlepas dari peran para penyuluh pertanian yang ada di lapangan. Oleh karena itu diharapkan Dinas/Instansi yang terkait dalam setiap program/kegiatan yang dilaksanakan untuk senantiasa bekerjasama dan memanfaatkan tenaga penyuluh yang tersebar hampir di setiap desa.

Selanjutnya Kasiter Korem 162/Wira Bhakti Letkol Inf Arif Dipayana, SIP.MM, menyatakan bahwa TNI mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam hal pembinaan teritorial. Pembinaan teritorial mempunyai makna ikut serta membina dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dibidang keamanan, tetapi juga di bidang pertanian dan kesehatan. Ujung tombak pembinaan teritorial TNI adalah Babinsa yang ditempatkan di desa-desa. Jadi Babinsa itu adalah temannya masyarakat di desa dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat di desa. Oleh karena itu para Babinsa harus menjadi pelopor dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat termasuk dalam hal pengembangan m-KRPL ujarnya.

Perwakilan PT Dyriz Ind. Wil NTB Veri Samodra dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa kehadiran PT Dyriz di NTB adalah membantu menyiapkan sarana produksi pertanian yang diperlukan oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas usahataninya, jangan sampai usaha maksimal yang dilakukan oleh petani tidak mampu membuahkan hasil yang optimal karena tanamannya terserang hama atau penyakit.

Berbagai tanggapan yang dilontarkan oleh para peserta Temu Lapang yang intinya bahwa implementasi m-KRPL telah terbukti memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi sehari-hari. Oleh karena itu mereka mengharapkan agar program ini terus dikembangkan dan menjangkau seluruh masyarakat. Kepala Desa Jembatan Kembar Timur menyampaikan terima kasih kepada BPTP NTB yang telah memilih Desa Jembatan Kembar Timur sebagai lokasi m-KRPL dan mengharapkan kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan di kelompok-kelompok tani yang lain.

Pada akhir kegiatan Temu Lapang dilakukan penyerahan hadiah bagi ibu rumah-tangga anggota KWT yang telah berhasil mengembangkan RPL dirumah masing-masing dengan penampilan terbaik. Kriteria penilaian mencakup keragaman jenis tanaman yang dipelihara, jumlah masing-masing jenis tanaman, keragaan tanaman, serta cara penempatan tanaman/penataan di pekarangan. Pekarangan terbaik I adalah Rebiyati, terbaik II Hamidah, terbaik III Isah. Juara Harapan I Rukiyah, Harapan II Elniati, Harapan III Kusnawati. Pada kesempatan tersebut diserahkan hadiah untuk ibu rumah tangga lansia atas partisipasi aktifnya dalam pengembangan m-KRPL Karya Wanita, yaitu Inaq Indun, Inaq Puasih dan Inaq Layar. Selanjutnya Ketua KWT Karya Wanita Siti Hartini juga mendapat hadiah pavorit sebagai pengelola m-KRPL yang diserahkan langsung oleh Penanggung Jawab m-KRPL Dr. Moh. Nazam. Keberhasilan m-KRPL Karya Wanita di Desa Jembatan Kembar Timur ini tidak terlepas dari kreativitas dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Sahmin, A.Md selaku PPL dan sekaligus Petugas Lapang m-KRPL Karya Wanita. (Sumber : Nani H dan M Nazam).

Web Analytics