Berita

Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani "Mentari" Desa Rempek Dalam Pengolahan Hasil Pertanian Mendukung Kegiatan m-P3MI

Pin It

Diseminasi teknologi melalui kegiatan m-P3MI Berbasis Teknologi Usahatani Kakao yang dibiaya oleh SMARTD (Sustainable Management of Research and Technology Disemination) tidak hanya terbatas pada teknologi usahatani kakao, melainkan juga meliputi teknologi lain yang dibutuhkan oleh petani. Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu desa yang dijadikan lokasi beberapa pengkajian BPTP NTB antara lain:  Model Pengembangan Pertanian Pedesaan melalui Inovasi (m-P3MI) Berbasis Teknologi Usahatani Kakao dan Peranan Diseminasi dalam Akselelerasi m-P3MI berbasis  Teknologi Usahatani Kakao serta Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL).

Lokasi Desa Rempek memiliki potensi dalam pengembangan tanaman perkebunan (kakao, kopi) dan tanaman buah-buahan, namun terdapat sejumlah permasalahan terutama dalam penerapan teknologi budidaya termasuk teknologi pengolahan hasil pertanian. Beberapa permasalahan yang dialami petani meliputi: permasalahan teknis seperti budidaya, pemeliharaan sampai pemasaran. Pemasaran hasil pertanian di desa ini masih dilakukan dengan system ijon, sehingga teknologi pengolahan hasil belum optimal diterapkan petani dalam peningkatan nilai tambah.

Beberapa komoditas penting seperti pisang dengan produksi yang tinggi, namun memiliki nilai jual yang rendah. Demikian pula talas yang diproduksi petani di Desa Rempek memiliki kualitas rasa lebih baik dibandingkan talas yang diproduksi di beberapa daerah di Lombok, namun petani belum mempunyai kemampuan untuk mengolah talas menjadi makanan olahan sebagai upaya dalam peningkatan nilai tambah.

Menurut Dr. Yohanes G. Bulu selaku penanggunjawab kegiatan m-P3MI, kegiatan pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu kegiatan dalam implementasi model yang telah disepakati dalam diskusi perancangan model antara Peneliti BPTP dengan kelompok tani dan KWT pada tanggal 8 April 2013.  Untuk meningkatkan nilai tambah dari beberapa produk hasil pertanian, BPTP NTB melakukan pendampingan teknologi pengolahan hasil yang diproduksi petani di Desa Rempek seperti pisang, talas, ubi kayu, kopi dan kulit buah kakao.

Kegiatan pengolahan hasil merupakan kegiatan peningkatan kapasitas  Kelompok Wanita Tani di Desa Rempek dalam pengolahan hasil pertanian menjadi beberapa jenis produk olahan. Pendampingan KWT oleh BPTP NTB dalam diseminasi teknologi pengolahan hasil pertanian dilakukan dari tanggal 11 s/d 12 September 2013. Kegiatan diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani Mentari dan di hadiri oleh ketua PKK Kabupaten Lombok Utara yaitu Hj Galuh Nurdiah Johan dan istri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti dengan baik oleh anggota kelompok, dan kegiatan ini juga disambut baik oleh ketua PKK Kabupaten Lombok Utara untuk memberikan dorongan dalam kegiatan pengolahan hasil.

Beberapa olahan yang dihasilkan dalam praktek pengolahan antara lain pembuatan dodol pisang, steak talas, bergedel talas, olahan kopi menjadi beberapa  rasa, olahan ubi kayu dan lain-lain serta praktek cara pengemasan. Untuk menunjang keberlanjutan dari kegiatan ini, penanggung jawab kegiatan m-P3MI  Dr. Yohanes G. Bulu, menghimbau agar KWT selalu melakukan eksperimen, memproduksi, memperhatikan kualitas, rasa dan warna, serta selalu melakukan promosi hasil olahan.  Dalam memproduksi olahan hasil pertanian diperlukan dukungan pemerintah daerah terutama dukungan dalam pembinaan dan pendampingan. Selain itu, KWT harus lebih aktif dalam membangun komunikasi dan kerjasama dengan pihak lain dalam pemasaran hasil olahan. Agar hasil olahan layak diterima pasar maka diperlukan dukungan stake holder terkait,  terutama Badan POM untuk melakukan pengawasan dan pengujian hasil olahan sehingga hasil olahan KWT Mentari Desa Rempek bisa memperoleh  nomor registrasi produk (IRT). Tujuannya adalah agar hasil olahan yang diproduksi oleh KWT memiliki jangkauan pemasaran yang luas dan diterima oleh masyarakat luas. (Ria Rustiana dan Yohanes G. Bulu)

 

Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani "Mentari" Desa Rempek Dalam Pengolahan Hasil Pertanian Mendukung Kegiatan m-P3MI

Diseminasi teknologi melalui kegiatan m-P3MI Berbasis Teknologi Usahatani Kakao yang dibiaya oleh SMARTD (Sustainable Management of Research and Technology Disemination) tidak hanya terbatas pada teknologi usahatani kakao, melainkan juga meliputi teknologi lain yang dibutuhkan oleh petani. Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu desa yang dijadikan lokasi beberapa pengkajian BPTP NTB antara lain:  Model Pengembangan Pertanian Pedesaan melalui Inovasi (m-P3MI) Berbasis Teknologi Usahatani Kakao dan Peranan Diseminasi dalam Akselelerasi m-P3MI berbasis  Teknologi Usahatani Kakao serta Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL).

Lokasi Desa Rempek memiliki potensi dalam pengembangan tanaman perkebunan (kakao, kopi) dan tanaman buah-buahan, namun terdapat sejumlah permasalahan terutama dalam penerapan teknologi budidaya termasuk teknologi pengolahan hasil pertanian. Beberapa permasalahan yang dialami petani meliputi: permasalahan teknis seperti budidaya, pemeliharaan sampai pemasaran. Pemasaran hasil pertanian di desa ini masih dilakukan dengan system ijon, sehingga teknologi pengolahan hasil belum optimal diterapkan petani dalam peningkatan nilai tambah.

Beberapa komoditas penting seperti pisang dengan produksi yang tinggi, namun memiliki nilai jual yang rendah. Demikian pula talas yang diproduksi petani di Desa Rempek memiliki kualitas rasa lebih baik dibandingkan talas yang diproduksi di beberapa daerah di Lombok, namun petani belum mempunyai kemampuan untuk mengolah talas menjadi makanan olahan sebagai upaya dalam peningkatan nilai tambah.

Menurut Dr. Yohanes G. Bulu selaku penanggunjawab kegiatan m-P3MI, kegiatan pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu kegiatan dalam implementasi model yang telah disepakati dalam diskusi perancangan model antara Peneliti BPTP dengan kelompok tani dan KWT pada tanggal 8 April 2013.  Untuk meningkatkan nilai tambah dari beberapa produk hasil pertanian, BPTP NTB melakukan pendampingan teknologi pengolahan hasil yang diproduksi petani di Desa Rempek seperti pisang, talas, ubi kayu, kopi dan kulit buah kakao.

Kegiatan pengolahan hasil merupakan kegiatan peningkatan kapasitas  Kelompok Wanita Tani di Desa Rempek dalam pengolahan hasil pertanian menjadi beberapa jenis produk olahan. Pendampingan KWT oleh BPTP NTB dalam diseminasi teknologi pengolahan hasil pertanian dilakukan dari tanggal 11 s/d 12 September 2013. Kegiatan diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani Mentari dan di hadiri oleh ketua PKK Kabupaten Lombok Utara yaitu Hj Galuh Nurdiah Johan dan istri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti dengan baik oleh anggota kelompok, dan kegiatan ini juga disambut baik oleh ketua PKK Kabupaten Lombok Utara untuk memberikan dorongan dalam kegiatan pengolahan hasil.

Beberapa olahan yang dihasilkan dalam praktek pengolahan antara lain pembuatan dodol pisang, steak talas, bergedel talas, olahan kopi menjadi beberapa  rasa, olahan ubi kayu dan lain-lain serta praktek cara pengemasan. Untuk menunjang keberlanjutan dari kegiatan ini, penanggung jawab kegiatan m-P3MI  Dr. Yohanes G. Bulu, menghimbau agar KWT selalu melakukan eksperimen, memproduksi, memperhatikan kualitas, rasa dan warna, serta selalu melakukan promosi hasil olahan.  Dalam memproduksi olahan hasil pertanian diperlukan dukungan pemerintah daerah terutama dukungan dalam pembinaan dan pendampingan. Selain itu, KWT harus lebih aktif dalam membangun komunikasi dan kerjasama dengan pihak lain dalam pemasaran hasil olahan. Agar hasil olahan layak diterima pasar maka diperlukan dukungan stake holder terkait,  terutama Badan POM untuk melakukan pengawasan dan pengujian hasil olahan sehingga hasil olahan KWT Mentari Desa Rempek bisa memperoleh  nomor registrasi produk (IRT). Tujuannya adalah agar hasil olahan yang diproduksi oleh KWT memiliki jangkauan pemasaran yang luas dan diterima oleh masyarakat luas. (Ria Rustiana dan Yohanes G. Bulu)

Web Analytics