Berita

Workshop Pelaksanaan Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) Berbasis Usaha Agribisnis Di NTB

Pin It

Workshop pelaksanaan model pengembangan pertanian perdesaan melalui inovasi (m-P3MI) berbasis usaha agribisnis telah dilaksanakan pada, Senin (9/9/2013) bekerjasama dengan kelompok tani “Tunjang Manis” Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Workshop dihadiri sebanyak 80 peserta yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Hortikultura Propinsi NTB, Bakorluh Propinsi NTB, Badan Ketahanan Pangan Propinsi NTB, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lombok Timur, Balai Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Pringgabaya, PT. Pertani Perwakilan NTB, UD. Kreatif Muda, Aparat Desa Gunung Malang dan para ketua kelompok pati di Desa Gunung Malang serta anggota kelompok tani Tunjang Manis. Acara dibuka oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS dalam sambutannya menyatakan bahwa m-P3MI pada tahun 2011 telah dilaksanakan di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah dengan agroekosistem lahan sawah irigasi. Pada tahun 2013 dilakukan scaling up pada lahan kering iklim kering di Desa Gunung Malang dengan komoditas utama usahatani jagung. Implementasi kegiatan m-P3MI di lapangan berbentuk unit percontohan berskala pengembangan yang berwawasan agribisnis dan bersifat holistik serta komprehensif yang meliputi aspek perbaikan teknologi produksi, aspek pengembangan dan penguatan kelembagaan tani serta aspek pemberdayaan kelembagaan tani sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi yang besar bagi peningkatan pendapatan rumah tangga petani.  Desa Gunung Malang memiliki lahan kering beriklim kering dengan sifat hujan yang eratik, juga memiliki luas lahan yang sangat potensial untuk pengembangan usaha agribisnis melalui usahatani jagung dan palawija lainnya. Luas lahan kering milik masyarakat (lahan kering bukan hutan kelola masyarakat/HKM) yang dimanfaatkan petani seluas 345 ha, sedangkan yang merupakan HKM yang berpotensi untuk ditanami jagung dan padi gogo seluas 360 ha. Selain itu di desa ini juga telah dibangun sumur pompa berpengairan P2AT (Proyek Pengairan Air Tanah) sebanyak 20 unit (7 unit yang kondisinya masih baik) untuk usahatani tanaman pangan dan sayuran dimusim kemarau yang dapat mengairi lahan seluas 153,85 ha.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah : 1). mengembangkan keswadayaan kelembagaan tani dalam usaha agribisnis di bidang pertanian melalui penguatan jaringan komunikasi dan kerjasama, 2). merancang model kemitraan dalam pengembangan diseminasi inovasi dan usaha agribisnis perdesaan, dan 3). mengembangan model agribisnis pertanian perdesaan berbasis inovasi teknologi di Nusa Tenggara Barat.  Adapun jenis kegiatan yang telah dilakukan antara lain : a). perbaikan teknologi budidaya jagung melalui pendampingan teknologi seperti introduksi varietas jagung komposit (Srikandi Kuning, Lamuru dan Sukmaraga) yang tahan kekeringan, perbaikan jarak tanam jagung sistem tanam legowo, cara pemupukan dan jumlah penggunaan pupuk, b). Pemberdayaan petani untuk penerapan teknologi pasca panen jagung sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah, c). introduksi teknologi relay untuk meningkatkan indeks pertanaman dan untuk peningkatan nilai tambah, d). pemberdayaan petani/kelembagaan tani untuk produksi calon benih jagung komposit, e). pemberdayaan kelembagaan tani dalam usaha agribisnis, dan f). pembibitan ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian (ayam KUB) untuk mendukung agribisnis jagung di lahan kering. Pada musim kemarau kedua (MK. II) tahun 2013 juga telah dilakukan demplot perbenihan jagung komposit varietas Srikandi Kuning dan Lamuru seluas 4,5 ha dan pengembangan kedua varietas tersebut dengan luas 11 ha. Pada kegiatan demplot dan pengembangan/scalling up sumber pengairannya memanfaatkan pengairan sumur pompa P2AT. Hasil dari kegiatan demplot tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan secara luas oleh petani pada MH 2013/2014. Hasil produksi benih juga telah dibeli oleh mitra usaha PT. Pertani dan UNRAM untuk pengembangan lebih lanjut. Selain itu PT. Pertani juga memfasilitasi bentuk kerjasamanya dengan program GP3K seluas 50 ha pada MH. 2012/2013. Dikelompok tersebut juga telah dilakukan pembibitan ayam KUB sebanyak 170 ekor dan ayam arab 55 ekor untuk mendukung kegiatan usaha agribisnis. Ke depan diharapkan kelompok tersebut dalam usahatani ayam KUB dan ayam arab tidak hanya usaha pembibitan, akan tetapi skala usahanya ditambah dengan usaha DOC maupun ayam pedaging/potong.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi, dalam acara tersebut Kepala Desa Gunung Malang menyampaikan bahwa potensi sumber daya alamnya tidak diragukan lagi, untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Teknologi usahatani oleh BPTP NTB telah diterapkan dan mulai menunjukkan hasilnya, sekarang tinggal pembinaan lebih lanjut oleh stakeholder. Sementara itu ketua kelompok tani “Tunjang Manis” juga menyatakan, selain pembinaan yang lebih intensif masalah yang dihadapi oleh petani adalah umumnya sebagai petani penggarap sehingga akses program kurang mengenai sasaran. Untuk mengatasi masalah ini beberapa nara sumber menyarankan yang intinya adalah petani dan kelompok tani harus lebih proaktif dalam menjalin komunikasi dengan stakeholder agar supaya keberadaan dan eksistensi kelompok lebih dikenal sehingga program-program yang ada di daerah lebih jelas penyalurannya karena penyaluran program oleh stakeholder tidak dilakukan melalui perorangan melainkan melalui kelompok. Kelompok tani diharapkan membuat proposal kegiatan usahatani di desanya dan dapat diajukan pengusulannya ke pemerintah daerah.  BPTP NTB siap memfasilitasi dalam pendampingan dan pengawalan teknologi jika ada program dari stakeholder, begitu pula UD. Kreatif Muda juga siap menampung hasil panen petani.   (Sumber : Yohanes G. Bulu, Sudarto,  Ika Novitasari dan Adnan).

Web Analytics