Berita

Pembuatan Pupuk Organik Di Kelompok Perempuan Tangguh Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Sembalun Lawang

Pin It

Keterlibatan kaum perempuan dalam Tim Siaga Bencana Desa  dituangkan dalam suatu kegiatan latihan dan pembinaan pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah yang tersedia. Diharapkan dengan program ini memberikan manfaat dalam pengurangan bencana banjir yang sering terjadi (tahun 2006 dan 2012) dengan memperhatikan kebersihan lingkungan. Pada Rabu, (28/8/2013) dilaksanakan pelatihan dan pembinaan dibuka langsung oleh Kepala Desa Sembalun Lawang.  Kegiatan latihan dan pembinaan terebut mendapat respon yang sangat baik oleh Kepala Desa Sembalun lawang. Harapan yang besar disampaikan oleh Kepala  Desa Sembalun Lawang terhadap acara tersebut dengan mengaitkan kebutuhan pupuk organik kompos untuk program kentang yang telah berjalan yaitu sebesar 300 ton, maka denga kegiatan ini diharapkan dapat mendukung menyediakan kebutuhan pupuk tersebut.

Sebanyak 22 orang anggota TSBD yang mengikuti acara tersebut dangan jumlah laki-laki sebanyak 6 orang anggota. Sebagai narasumber dalam kegiatan latihan dan pembinaan pembuatan pupuk organik adalah Sudjudi, BSc.,SP dan sebagai pemberi praktik adalah Titin Sugianti, SP. Dalam kegiatan ini materi yang disampaikan meliputi :

  1. Pengertian pupuk organik kompos
  2. Persyaratan pembuatan pupuk organik kompos
  3. Bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan untuk membuat pupuk organikkompos
  4. Proses/ tahapan pembuatan pupuk organik kompos
  5. Cara pengemasan pupuk organik kompos
  6. Pemanfaatan pupuk organik kompos

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan acara praktik langsung pembuatan kompos bersama-sama peserta. Proses pembuatan kompos dilakukan sesuai prosedur yaitu menyiapkan bahan utama berupa kotoran sapi dan kotoran sapi yang ditambahakan limbah ampas bawang putih. Setelah bahan utama siap dilanjutkan dengan penambahan bahan tambahan, hal yang berbeda yaitu bahan tambahan tidak ditabur secara terpisah namun,  bahan tambahan berupa dekomposer (padat) dicampur terlebih dahulu bersama ampas gergaji, abu sekam, kapur, agar proses campuran bahan dekomposer lebih merata pada bahan utama yang telah disiapkan. Acuan takaran penggunaan bahan pembuatan kompos yang dianjurkan adalah untuk setiap 1 ton (1000 kg) kotoran ternak  maka bahan organik yang dicampurkan adalah :  50 kg serbuk gergaji, 100 kg abu sekam, 20 kg kapur  dan  2,5 kg dekomposer padat. Setelah seminggu dilakukan pembalikan dan dipindahkan ke lokasi kedua dibiarkan lagi selama seminggu. Demikian pula setelah seminggu dipindahkan lagi ke lokasi ke 3 dan seterusnya sampai berada dipetak ke 4 dan diperam pula selama seminggu. Pada minggu keempat kompos sudah jadi dan untuk  mendapatkan bentuk yang seragam maka bisa dilakukan menyaringan atau diayak untuk memisahkannya dari kerikil atau potongan kayu dan lainnya

Pada pelaksanaan penyampaian teori peserta sangat  antusias dan aktip dalam sesi diskusi tentang berbagai macam tenik pengkomposan dengan berbgai macam bahan dekomposer yang banyak beredar di pasaran. Selain itu pada sesi praktek peserta sangat antusias dimana semua peserta ikut berpartisipasi dalam proses pembuatan. Harapan yang besar disampaikan oleh ketua Kelompok Perempuan Tangguh (Sakinah) agar peran serta BPTP NTB tidak hanya pada saat latihan namun dapat berlanjut pada kegiatan TSBD lainnya.  (Sumber: Sudjudi  dan Titin Sugianti)

Web Analytics