Berita

Sekolah Lapang KBD Di Lokasi M-KRPL

Pin It

Sebanyak ± 25 orang anggota KWT “Karya Wanita Dasan Belo Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat melaksanakan Sekolah Lapang (SL) dalam perawatan tanaman di Kebun Bibit Desa (KBD) dan pekarangan anggota, dengan di dampingi oleh PPL desa setempat (Sahmin, A.Md). Kegiatan SL ini merupakan rangkaian kegiatan wajib yang dilaksanakan untuk mensukseskan program M-KRPL BPTP NTB. Tujuan kegiatan ini adalah agar petani kooperator mengerti dan dapat mengaplikasikan teknologi dari BPTP NTB dalam pemanfaatan pekarangan.

Kegiatan SL ini dilaksanakan selama 2 hari, (29-30/7/2013). Dalam kegiatan hari I, materi yang disampaikan meliputi : pembibitan, persiapan media tanam, dan perawatan tanaman. Dalam materi ini disampikan tentang jenis wadah media tanam, yang tidak hanya menggunakan potray, tetapi juga dapat menggunakan barang-barang bekas seperti gelas air mineral bekas, botol air mineral bekas, bungkus detergent, dan sisa barang kebutuhan keluarga yang lain, selain lebih hemat, juga mampu meningkatkan kreatifitas anggota serta mengurangi sampah rumah tangga. Petani kooperator juga diajarkan tentang jenis benih yang harus disemaikan terlebih dahulu seperti : cabai, tomat, terung, seledri, pakchoy, kaylan, maupun benih yang dapat langsung ditanam seperti : pare, bayam, kangkung, dll.

Media tanam yang digunakan adalah campuran antara kompos dengan tanah, yang bertujuan agar pertumbuhan perakaran bibit dapat optimal karena struktur media yang remah dan mendukung dalam pertumbuhan perakaran bibit, seperti yang diungkapkan oleh narasumber. Lebih lanjut disampaikan dalam perawatan tanaman, yang penting adalah rutin dalam melakukan penyiraman serta memberikan kompos sesuai dengan stadia kebutuhan tanaman.

Kegiatan hari II materi yang disampaikan meliputi : pembuatan kompos, pembuatan pestisida nabati, dan perbenihan tanaman. Dalam materi tersebut, narasumber menjelaskan tentang minimalisasi penggunaan pestisida dan pupuk an-organik, karena hasil pekarangan dimanfaatkan langsung untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi petani, sehingga penggunaan bahan organik lebih diutamakan. Lebih lanjut disampaikan potensi kotoran hewan (sapi dan ayam) yang cukup melimpah di lokasi tersebut dapat diolah sebagai kompos, sehingga dapat mengurangi biaya input produksi serta mengurangi volume sampah kotoran ternak.

Antusiasme anggota dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari semangat untuk mengetahui lebih dalam tentang materi yang disampaikan, yang diwujudkan dalam pertanyaan yang diajukan tentang materi yang disampaikan. Menurut Ketua KWT (S. Hartini) M-KRPL baru masuk ± 2 bulan, akan tetapi para anggota sudah merasakan manfaat yang diperoleh, selain sudah ada tanaman yang dipanen (sawi dan kangkung) pekarangan rumah juga lebih asri, sehingga mereka berharap agar program ini dapat berkembang di lingkungan mereka.  (Sumber : Eni Fidiyawati)

Web Analytics