Berita

Panen VUB Padi Di UPBS BPTP NTB

Pin It

Peran benih dalam peningkatan produktifitas tanaman sangat signifikan. Berdasarkan hasil penelitian Bank Dunia penggunaan varietas unggul dan benih bersertifikat dapat meningkatkan produktifitas 16%. Sesuai peran UPBS Badan Litbang Pertanian di daerah, UPBS BPTP NTB dalam menyediakan logsitik benih sumber selalu diawali dengan kegiatan uji adaptasi VUB untuk menghasilkan varietas yang adaptif diwilayah Nusa Tengggara Barat. Salah satu kegiatan Uji apatasi sekaligus produksi benih sumber padi tahun 2013 di lokasi Desa Plulan Utara Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat dengan luas 1.3 ha. Varietas yang di perkenalkan adalah Inpari 7, Inpari 10, Inpari 11, Inpari 13, Inpari 18, Inpari 19, dan Inpari 21. Kegiatan panen telah dilaksanakan (27-7-2013). Acara panen dikawal oleh TIM UPBS, dan dihadiri oleh beberapa perwakilan kelompok tani dari kecamatan Kuripan dan Kecamatan Lingsar sebanyak 12 orang. Sebelum panen dilaksanakan, petani diminta untuk menilai varietas yang di ujiadaptasikan dengan beberapa parameter seperti; jumlah anakan, umur varietas, panjang malai, jumlah biji permalai, dan  model daun bendera. Hasil penilaian petani terhadap keragaan pertanaman, varietas yang di minati berdasarkan rangking adalah Inpari19, Inpari 21, Inpari 13, Inpari 10, Inpari 7, Inpari 18, Inpari 11. Alasan petani menominasikan  pilihan pertama  Inpari 19 dan 13, karena memiliki keunggulan; umur genjah, daun bendera panjang sehingga bisa menghindari serangan burung yang saat ini menjadi hama utama tanaman padi, sedangkan Inpari 21 diminati petani karena malainya memiliki bulir yang berisi dari ujung sampai pangkal. Sedangkan petani yang menempatkan Inpari 18 dan Inpari 11 pada posisi paling rendah, dikarenakan Inpari 18 memiliki ciri  khas batang berserak, dan  Inpari 11  umurnya cukup panjang. Sedang produktifitas VUB yang di uji adalah Inpari inpari 21 = 8.7 ton/ha, Inpari 11= 8.3 ton /ha, Inpari 13= 7.8 ton per ha, Inpari 10= 7.4 ton per ha, Inpari 19 = 7.2 ton per ha,  Inpari 7 = 6.8 ton per ha,  Inpari 18= 6.4 ton per ha. Pada akhir pertemuan petani berharap pada BPTP untuk menyediakan varietas Inpari 19, untuk pertanaman musim tanam 2013/2014.  (Sumber : Sabar Untung)

Web Analytics