Berita

Peringatan Hari Krida Pertanian Ke-41 Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pin It

“Dengan Semangat Hari Krida Pertanian Kita Tingkatkan Komitmen Untuk Melindungi dan Memberdayakan Petani” itulah tema hari krida pertanian ke-41 Provinsi NTB. Bertempat di Balai Benih Induk Padi, Palawija dan Hortikultura (BBI-PPH) Provinsi NTB di Jln. Raya Peninjauan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, perayaan puncak Hari Krida Pertanian di laksanakan, Kamis (04/7/ 2013).  Acara di hadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, Dinas/Instansi Vertikal, Dinas/Instansi Rumpun Hijau, para penyuluh, petani, peternak dan kontak tani nelayan dan ketua Kelompok tani Gapoktan, kalangan swasta dan masyarakat luas.

Acara pembukaan diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quraan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti semua peserta, tamu undangan, kemudian di lanjutkan dengan penjelasan ringkas arti dan tujuan Hari Krida Pertanian oleh Ketua KTNA Provinsi NTB M Sabri menjelaskan bahwa setiap 21 Juni s/d 21Juli diperingati oleh petani nelayan. Setelah itu dilanjutkan dengan laporan ketua panitia hari krida pertanian oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM, dalam sambutannya menjelaskan makna dari hari krida pertanian untuk melestarikan kearifan lokal budaya dalam melaksanakan kegiatan pertanian. Hari Kerida Pertanian bertujuan untuk menggelorakan semangat budaya agraris kepada masyarakat agar kegiatan pertanian menjadi salah satu kebanggaan semua pihak dalam upaya membangun ekonomi nasional yang maju. Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dan hadiah lomba.

Pada kesempatan tersebut Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, dalam sambutannya mengingatkan agar seluruh stake holder pertanian untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani, yang merupakan salah satu dari 4 target pembangunan pertanian Nasional. Peringatan Hari Krida Pertanian tidak akan bermakna jika hanya berbicara tentang ketahanan pangan daerah saja tanpa  memberikan tingkat kesejahteraan pada petani. Gubernur berpesan bekerja dengan amanah dan sungguh-sungguh, ada beberapa hal diantaranya semangat untuk bersyukur dengan ikhtiar pencapaian buah dari kerja keras kita. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor terpenting dalam meningkatkan produktifitas masyarakat, dimana sekitar 40% warga NTB bekerja di sektor pertanian dalam sekala luas. Selesai pembacaan Doa dan penutup, diadakan temu wicara yang di pandu Kepala Bakorluh Provinsi NTB Dr. Ir. H. Mashur.,MS. Diakhir acara Gubernur NTB beserta dinas/instansi terkait melakukan peninjuan stand pameran dan bazar

Dalam acara puncak tersebut terdapat beberapa kegiatan antara lain : Pameran hasil-hasil pertanian, BPTP NTB menampilkan hasil olahan produk pertanian dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan BPTP NTB yang menampilkan hasil olahan pasca panen, beberapa varitas padi unggul (Inpari 7, 10, 18, 19, 21), ayam KUB, teknologi sambung samping kakao, bahan bacaan (liptan, brosur, buletin dsb). Sementara Dinas/Instansi terkait lainnya menampilkan sesuai dengan bidang masing-masing.   (Sumber : Farida Sukmawati M)

Web Analytics