Berita

Workshop Aplikasi Pemupukan Jagung Spesifik Lokasi (PUJS) dan Teknologi Perbenihan Jagung

Pin It

Workshop merupakan salah satu rangkaian kegiatan pendampingan SL-PTT yang dilaksanakan oleh BPTP NTB dalam upaya untuk penyebaran inovasi baru bagi petani. Bertempat di BPTP NTB, Rabu (26/6/2013) BPTP NTB bekerjasama dengan BALITSEREAL telah melaksanakan Workshop Aplikasi Pemupukan Jagung Spesifik Lokasi (PUJS) dan Teknologi Perbenihan Jagung Hibrida yang dihadiri sekitar 35 orang, merupakan perwakilan penyuluh sepulau Lombok, serta peneliti dan penyuluh lingkup BPTP NTB. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS. Dalam sambutannya disampaikan bahwa sehubungan dengan perubahan iklim yang terjadi seperti sekarang ini banyak petani yang mengalami kerugian akibat pertanaman yang rusak sehingga diperlukan upaya maksimal untuk mengantisipasi perubahan iklim, terutama intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. Disamping itu Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS juga menghimbau, agar penyuluh pertanian yang ikut dalam workshop ini memang diambil dari daerah sentra jagung, sehingga dapat mengimplementasikan hasil workshop di lapangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ir. Syafruddin, M.Si tentang Pengelolaan Tanaman Terpadu pada tanaman jagung. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa target produksi jagung nasional yang harus dicapai pada tahun ini adalah 19,8 juta ton dan target pencapaian ini harus meningkat sebesar 5 % untuk tahun 2014 yaitu menjadi 20,8 juta ton. Pencapaian produksi ini bisa terpenuhi apabila ada koordinasi yang baik antara instansi-instansi terkait. Selain itu keterlibatan petani diharapkan bukan untuk menggali apa yang diinginkan petani melainkan apa yang dibutuhkan oleh petani.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Ir. Syahrir Pakki, MS tentang Pengelolaan Hama dan Penyakit Utama pada Tanaman Jagung. Hama yang biasa menyerang tanaman jagung diantaranya lalat bibit, ulat grayak, aphis, penggerek batang, penggerek tongkol. Sementara penyakit yang biasa menyerang diantaranya bulai, karat, bercak daun dan busuk biji. Untuk mengantisipasi serangan ini, diharapkan agar petani menanam varietas yang tahan karena pengendalian dengan pestisida dianjurkan sebagai alternatif terakhir.

Diakhir kegiatan Ir. Syafruddin, MS memberikan pelatihan mengenai pemupukan spesifik lokasi dan teknologi perbenihan pada jagung hibrida sebagai salah satu upaya untuk menekan biaya produksi sebagai antisipasi mahalnya harga benih jagung yang beredar dipasar. Pelaksanaan kegiatan workshop ini berjalan dengan lancar dengan  dilakukan diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan para narasumber. Kegiatan ditutup langsung oleh Kepala BPTP NTB.  (Sumber : Yuliana Susanti)

Web Analytics