Berita

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Di Lahan Pekarangan POLDA NTB

Pin It

Bertempat di gedung Sasana Dharma Polda NTB, Selasa (11/6/2013) dilaksanakan kegiatan pertemuan rutin pengurus Bhayangkari wilayah NTB, kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota pengurus daerah Bhayangkari se-NTB (± 75 orang), dengan mengambil tema tentang “Pemanfatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan”.

Setelah acara dibuka oleh Ketua Bhayangkari Polda NTB (Ny. Novita Iriawan) tentang pentingnya menjaga kesehatan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi tentang pemanfaatan tanaman obat di pekarangan (toga) oleh narasumber Eny Fidiyawati, SP dari BPTP NTB. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan tentang pentingnya tanaman obat keluarga (toga) di pekarangan. Selama ini di lingkungan perkotaan dan perkantoran seperti di Polda dan kantor Bhayangkari pekarangan ditanami dengan tanaman hias, buah, dan sayuran. Padahal tanaman obat juga perlu ditanam di pekarangan karena memberikan manfaat yang cukup besar, selain untuk dimasak juga untuk obat  keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, anggota banyak bertanya tentang  manfaat beberapa tanaman, seperti sirih merah, tapak darah, dan kulit buah manggis untuk mengobati beberapa penyakit seperti bronchitis, panas, dan rheumatik. Menurut salah satu pengurus Bhayangkari (NY. Endah Sigit) kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka, tindak lanjut kegiatan M-KRPL yang ada di lingkungan PD Bhayangkari wilayah NTB, dengan banyaknya keluhan penyakit yang muncul, serta tanaman obat dan yang sudah berproduksi, maka pengurus berusaha memfasilitasi anggota guna mengolah dan memanfaatkan hasil pekarangan mereka dari Toga untuk kesehatan mereka. Lebih lanjut dikatakan, untuk kedepannya BPTP NTB mampu memberikan pelatihan untuk mengolah hasil pekarangan seperti tanaman sayur, buah dan toga, karena hasil pekarangan masing-masing anggota cukup banyak dan sudah berlebih untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka. (Sumber : Eni Fidiyawati dan Farida Sukmawati M).

Web Analytics