Berita

Gerakan Percepatan Tanam Padi di Sumbawa

Pin It

Dalam rangka meningkatkan produksi padi, bertempat di Gapotan Kokar Maras Desa Leseng Kecamatan Moyohulu Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (04/06/2013) dilakukan gerakan percepatan tanam padi. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Dirjen Tanaman Pangan, Danrem 162, Dinas Pertanian Provinsi NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Bapeluh Kabupaten Sumbawa, BPTP NTB,  PPL perwakilan Gapoktan dan Poktan di Kabupaten Sumbawa.

Acara diawali dengan tanam padi secara seremonial oleh Wakil Bupati, Dirjen Tanaman Pangan, Danrem, dan Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam sambutan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB diwakili Ir. H. Budi Subagyo, MM, menekankan bahwa komoditas padi, jagung, dan kedelai tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tahun 2012 produksi padi NTB sebesar 2.114.231 ton, jagung 642.674 ton atau masing-masing terealisasi  100,4 % untuk tanaman padi dan pada komoditas jagung 135,24 %. Tahun 2012 Sumbawa merupakan kabupaten yang paling besar kontribusinya terhadap produksi jagung di NTB. Upaya peningkatan produksi tanaman pangan terus dilakukan untuk mempertahankan swasembada pangan di NTB, salah satunya adalah memasyarakatkan teknologi usahatani seperti kegiatan SLPTT.

Prediksi BPS produksi padi dan jagung NTB tahun 2013 menurun, salah satu langkah untuk mencegah penurunan produksi pangan khususnya padi dan jagung perlu percepatan tanam secara serentak, dan membangun kerjasama dengan  TNI dan Polri seperti yang sedang dilaksanakan saat ini.

Sementara Wakil Bupati Sumabawa Drs. Arassy Mulkan dalam sambutannya menekankan bahwa petani harus bisa menikmati harga yang sesuai, dan biar tidak terjadi gejolak harga, maka BULOG harus sigap dan memahami situasi diwilayah kerjanya. Produksi padi Kabupaten Sumbawa sebesar 460.000 ton. Sumbangan komoditi padi Kabupaten Sumbawa kepada NTB sebesar 40 % atau sekitar 186 ribu ton GKG.  Sumbangan Sumbawa ke NTB bisa di tingkatkan menjadi 50% bila ada percepatan tanam, pemanfaatan air dan penggunaan teknologi, seperti semai di luar lahan. Kita harus buat zona, berapa yang bisa ditanami padi, dan jagung. Penyediaan pupuk yang terbatas sangat mengganggu peningkatan produksi. Subsidi pupuk sangat perlu di tambah kuotanya, karena lebih  strategis di banding dengan dengan subsidi benih, karena benih bisa di sediakan oleh petani sendiri.

Dalam sambutan  Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Kasubdit Padi Sawah dan Rawa Ir. Warsito Hadi menyampaikan bahwa, beras merupakan komoditas sangat strategis. Negara-negara maju sudah berinvestasi di luar negaranya untuk ketahanan pangan. Saat ini 4 cara dalam meningkatkan produksi padi di Indonesia; yaitu peningkatan produktifitas, perluasan areal tanam, pengurangan konsumsi beras, dan perbaikan manajemen. Gerakan percepatan tanam serentak yang sedang kita lakukan saat ini adalah salah satu model perbaikan menajemen usahatani. Dengan pemahaman di bidang pertanian yang sangat di kuasai oleh Wakil Bupati Sumbawa, kedepan Sumbawa akan lebih berperan dalam pengamanan pangan di NTB

Acara diakhiri dengan temu wicara yang di pandu oleh Kepala BPTP NTB Dr. Dwi Praptomo S, MS. Beberapa permaslahan yang di angkat dalam sesi diskusi adalah penyediaan pupuk, perbaikan insfrastruktur usahatani, peningkatan kapasitas penyuluh, perbaikan teknologi budidaya tanaman pangan. Semua pertanyaan di tanggapi  oleh narasumber dengan jawaban yang cukup memuaskan.   (Sumber : Sabar Untung)

Web Analytics