Berita

Kunjungan Tim CSIRO di BPTP NTB

Pin It

BPTP NTB mendapat kunjungan dari tim The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Senin (3/06/2013). CSIRO merupakan badan penelitian untuk pengembangan milik pemerintah Australia. Ketua tim CSIRO, Chris Dawn menyampaikan tujuan kunjungan ini, untuk mendapatkan masukan dari BPTP tentang system pengembangan dan diseminasi inovasi pertanian di bawah lingkup Badan Litbang Pertanian. Hal ini terkait dengan study yang akan dilakukan oleh CSIRO untuk pengembangan daerah-daerah pedesaan di wilayah Indonesia Timur melalui inovasi. Hasil study berupa rekomendasi model pengembangan dan diseminasi inovasi. Ikut serta dalam tim CSIRO ini, tiga peneliti dari Australia dan dua peneliti dari Indonesia, masing-masing dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Pertanian Bogor.

Hadir dari BPTP NTB dalam pertemuan tersebut adalah para peneliti dan penyuluh yang mewakili bidang pengkajian di BPTP. Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada tim CSIRO dan meyampaikan kesiapan BPTP NTB untuk membantu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tim CSIRO.

Dalam diskusinya, tim CSIRO banyak menggali pengalaman-pengalaman BPTP NTB dalam menyebar luaskan inovasi pertanian dan bagaimana dampak dari kegiatan tersebut. Salah satu tim CSIRO, Daniella, menanyakan faktor-faktor apa yang membuat inovasi itu menyebar luas atau sebaliknya tidak digunakan. Salah satu tim BPTP NTB, Nurul Hilmiati menjelaskan beberapa fakor kendala, antara lain system penentuan topik pengkajian yang top-down yang kadang kurang sesuai dengan kebutuhan lokal, system komunikasi yang kurang efektif antar stakeholder, serta kemampuan para peneliti itu sendiri yang bervariasi. Namun demikian juga terdapat banyak contoh-contoh kegiatan pengkajian BPTP NTB yang sukses meningkatkan kesejahteraan petani, demikian disampaikan penyuluh senior yang lain, Lalu Wirajaswadi, M.Ed.

Pertemuan yang berlangsung sangat singkat, namun para peneliti dari kedua lembaga berhasil membangun komunikasi awal untuk merintis kemungkinan kerjasama ke depan. Hal ini tampak dari tukar-menukar informasi antar individu, serta rencana untuk kolaborasi penelitian.  (Luhde Astiti dan Nurul Hilmiati)

Web Analytics