Berita

Display VUB Mempercepat Adopsi Teknologi

Pin It

Desiminasi varietas unggul baru padi terus dilakukan oleh BPTP NTB. Kegiatan  Uji adaptasi VUB sekaligus produksi benih sumber telah dilaksanakan UPBS BPTP NTB. Display VUB merupakan langkah yang efektif dalam mentransfer teknologi ke petani, karena petani sebagai pengguna bisa langsung menilai sifat-sifat unggul maupun kelemahan dari varietas yang diuji .

Pada tahun 2013 di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Desa Jenggala – Kecamatan Tanjung, UPBS BPTP memperkenalkan lima (5) VUB padi yaitu; Inpari 16,18,19,21, dan Inpari 24, yang di tanam sejak 24/02/2013.

Untuk melihat langsung keragaan dari VUB padi dan mempercepat penyebaran varietas unggul baru di Lombok Utara, Sabtu (18/05/2013) telah dilakukan sosialisasi pertemuan kelompok dengan agenda identifikasi dan pengamatan langsung bersama anggota kelompok tani Karya Bakti dengan tim UPBS BPTP NTB. Kegiatan sosialisasi dihadiri 8 anggota  Koptan Karya Bakti, 2 orang pedagang gabah, dan 1 orang dari pengurus Asbenindo Lombok Utara. Kegiatan di pandu oleh penanggungjawab UPBS BPTP NTB  Sabar Untung.  Acara diawali dengan pengamatan dilapangan terhadap karakter tanaman, kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Dalam pengantar diskusi Sabar Untung menyampaikan alasan ditempatkanya kegiatan display varietas padi di Kabupaten Lombok Utara, karena jumlah  peredaran dan penggunaan VUB oleh petani di Lombok Utara masih sangat rendah,  sementara VUB padi telah banyak di lepas oleh pemerintah. Tujuan display VUB adalah untuk  melihat daya adaptasi varietas  terhadap lingkungan, ketahanan terhadap cekaman OPT dan produktifitas yang akan dijadikan  tolok ukur oleh petani pengguna.

Varietas dominan saat ini di Kecamatan Tanjung masih didominasi IR-64 kemudian Ciherang, Cilosari, Cigeulis, Pepe, Mekongga, dan Situbagendit. Dari hasil diskusi  dan setelah melihat langsung pertanaman dilapangan varietas yang paling diminati oleh petani adalah Inpari 19, dan Inpari 18 dengan alasan umur genjah, jumlah malai panjang, bulir banyak dan bernas. Menurut petani varietas dikatakan ideal apabila memiliki jumlah bulir gabah per malai 150 butir, dan dari pengamatan langsung petani Inpari 19 mencapai 163 butir per malai. Sementara dari pihak pedagang gabah lebih menyukai varietas Inpari 16 dan Inpari 18 karena menurutnya varietas tersebut prosentase gabah isinya paling tinggi. Permasalahan lain yang diangkat oleh kelompok Tani Karya Bakti adalah minimnya informasi pertanian dan model pendampingan SLPTT oleh petugas lapang. Dari diskusi juga terungkap produktifitas padi di Lombok Utara sudah tinggi yaitu antara 7-8 ton per ha, sehingga semua anggota kelompok tani Karya Bakti sepakat untuk menentukan pilihan VUB sebagai alternatif varietas Ciherang dan IR-64.   (Sumber : Sabar Untung).

Web Analytics