Berita

Sekolah Lapang Perawatan Kebun Bibit Desa (KBD) Di Kabupaten Lombok Tengah

Pin It

Bertempat di sekretariat KWT “Ingin Maju” Desa Lajut Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah, Senin (20/05/2013) dilaksanakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) pemeliharaan Kebun Bibit Desa (KBD). Acara dihadiri  ± 25 anggota KWT, PPL Desa Lajut, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Acara dibuka oleh penanggung jawab M-KRPL Dr. Moh. Nazam, dalam arahannya disampaikan agar peserta memperhatikan dan mengambil pelajaran tentang materi Sekolah Lapang.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktek langsung tentang pembuatan kompos oleh Titin Sugianti, SP dengan menggunakan MOL (mikroorganisme lokal), dari pembusukan nasi, sayur, dan buah-buahan yang biasa diperoleh di rumah tangga, selain itu juga diajarkan cara pembuatan kompos dengan menggunakan starter cair (biotriba) dan bubuk (stardec), sehingga masyarakat dapat memilih dan membuktikan secara langsung pembuatan kompos yang akan mereka gunakan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Materi tentang teknik persemaian dan pembibitan disampaikan oleh  Eni Fidiyawati, SP., dalam materi ini disampaikan tentang tempat media persemaian yang terdiri atas potray, gelas air mineral bekas, botok air mineral bekas, nampan, polibag, “sosis” media, dll, tujuannya agar masyarakat bisa memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk tempat persemaian, selain mudah dan murah. Peserta juga diajarkan tentang perlakuan benih sebelum ditanam, diantaranya perendaman dengan menggunakan air kelapa muda, dikarenakan kandungan hormon pertumbuhan yang tinggi dalam air kelapa sehingga mempercepat proses persemaian.

Materi tentang pembuatan pestisida nabati disampaikan oleh Nani Herawati, SP. Dalam materi ini disampaikan tentang jenis-jenis pestisida nabati dengan bahan-bahan yang mudah dan murah dari tanaman sekitar tempat tinggal, seperti pestisida dari daun pepaya, daun sirsak, tembakau, dan bawang putih, diharapkan dengan menggunakan pestisida nabati, tanaman pekarangan mereka aman dari gangguan OPT, serta lebih sehat (organik) karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dari keseluruhan materi dan praktek Sekolah Lapang, serta tanya jawab yang dipandu oleh penanggung jawab KBD (Kebun Bibit Desa) Bq. Tri Ratna Erawati, M.Sc. Peserta menyampaikan berbagai pertanyaan tentang materi yang disampaikan, diantaranya tentang penggunaan bahan lain seperti komak untuk pembuatan MOL, tempat meletakkan persemaian, dan penggunaan empon-empon untuk alternatif pembuatan pestisida organik. Diharapakan dengan adanya Sekolah Lapang ini semangat anggota dalam mengembangkan M-KRPL dan pemeliharaan KBD dapat terus terjaga untuk keberhasilan program tersebut.  (Sumber : Eni Fidiyawati dan Bq. Tri Ratna Erawati)

Web Analytics