Berita

Sambung Samping Tanaman Kakao : “Kegiatan Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (M-P3MI) Berbasis Teknologi Usahatani Perkebunan Di Nusa Tenggara Barat”

Pin It

Tim peneliti BPTP NTB dalam dua hari (7-8 Mei 2013) melakukan pengawalan teknologi di kelompok tani Sari Bunga Desa Rempek, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara tentang teknologi rehabilitasi pada tanaman kakao. Anggota kelompok yang hadir dan ikut pelaksanaan sambung samping sebanyak 21 orang. Sebelum pelaksanaan sambung samping, petani diberi pengarahan dasar tentang batang bawah, entres (stadia) yang tepat, posisi tempat sambung, bentuk sayatan dan lain sebagainya. Tanaman kakao yang dimiliki oleh petani umumnya sudah berumur tua yakni 20 - 25 tahun dan produksinya sudah mulai menurun 0,2 – 0,3 kg/pohon atau tidak produktif lagi. Kondisi tanaman kakao sudah tidak mungkinkan lagi untuk dipertahankan dan alternatifnya adalah dilakukan peremajaan. Pada kegiatan model pengembangan pertanian melalui inovasi (M-P3MI) berbasis teknologi usahatani perkebunan yang difasilitasi kegiatan SMARTD, BPTP NTB mengintroduksikan kegiatan rehabilitasi tanaman yang berumur tua dan yang tidak produktif dengan teknik sambung samping. Teknik sambung samping adalah teknik perbaikan tanaman tua tanpa harus membongkar atau menggantikan tanaman yang sudah ada. Pada prinsipnya teknik sambung samping menggabungkan atau menyambung batang bawah dengan klon - klon yang dikehendaki, yang tentu saja batang entres berasal dari tanaman induk yang berproduktif tinggi.

Teknologi ini semula dikembangkan di Malaysia dan setelah banyak penyempurnaan kini sudah luas diterapkan para petani di Indonesia. Penggunaan teknologi ini petani tidak mengalami kehilangan hasil dari batang bawahnya. Hasil-hasil penelitian, tanaman hasil sambung samping mulai dapat dipetik buahnya pada umur 18 bulan setelah disambung, dan setelah berumur 3 tahun hasil buah sebanyak 15-22 buah per pohon. Teknik ini menggunakan batang atas (entres) dari kakao klon unggul yang dikehendaki kemudian disambungkan pada batang bawah tanaman kakao dengan tujuan untuk menghasilkan tanaman baru yang lebih produktif. Secara ekonomis teknik sambung samping cukup menguntungkan.

Keuntungan sambung samping sebagai berikut : a). Areal pertanaman kakao dapat direhabilitasi dalam waktu singkat, b). Diperoleh tanaman yang kuat terhadap berbagai gangguan iklim, c). Bibit murah, lebih cepat berproduksi dibandingkan dengan okulasi, d). Sementara batang atas hasil sambung samping belum berproduksi, hasil buah dari batang bawah dapat dipertahankan, e). Batang bawah berfungsi sebagai penaung sementara bagi batang atas yang sedang tumbuh, f). Memperbaiki klon - klon tanaman yang telah ditanam apabila klon tanaman tersebut sudah tidak dikehendaki.

Persyaratan-persyaratan utama dalam melakukan reabilitasi tanaman kakao dengan menggunakan teknik sambung samping meliputi persyaratan kebun, batang atas (entres), dan batang bawah (roodstock ). Entres yang digunakan sebagai batang atas juga mudah diperoleh dan tidak perlu didatangkan dari propinsi lain apabila pada wilayah tersebut tidak ada kebun entres yakni dengan cara mengidentifikasi kebun kakao milik petani dalam kelompok tersebut yang dianggap paling unggul kemudian dijadikan sebagai tanaman induk. Tanaman-tanaman ini kemudian diberi tanda khusus dan pada saat dilakukan pangkasan pemeliharaan atau pangkasan produksi ranting-ranting hasil pemangkasan dapat digunakan sebagai entres. Karena entres bersumber dari tanaman  induk, maka entres yang digunakan pada kegiatan sambung samping adalah dari cabang/ranting plagiotrop. Setelah entres disambungkan pada sayatan batang bawah kemudian diikat dengan tali rafia dan selanjutnya entres ditutup dengan kantong plastik. Setelah dua minggu penyambungan dilakukan pengamatan, dan apabila entres masih terlihat segar berarti penyambungan berhasil/hidup. Kegiatan sambung samping dilakukan dikebun Kadus desa Rempek dengan jumlah tanaman kakao yang direhabilitasi sebanyak 160 pohon. Anggota kelompok sangat responsif terhadap kegiatan tersebut sehingga ada beberapa petani lain yang minta kebunnya untuk dilakukan penyambungan (Sudarto dan Yohanes G. Bulu).

Web Analytics