Berita

Temu Lapang Dan Panen Demfarm SL-PTT Padi di Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL- PTT) padi merupankan salah satu terobosan dibidang pertanian untuk dapat mensukseskan program swasembada menuju suprlus beras 10 juta ton tahun 2014. Temu Lapang Dan Panen Demfarm SL-PTT padi Non Hibrida guna mensukseskan program P2BN dan Suprlus Beras 10 juta ton tahun 2014 dilaksanakan, Rabu (08/5/2013) bertempat di  Dusun Telaga Maluku Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini kerjasama gabungan kelompok tani Desa Rempek dan UPTD Kecamatan Gangga dengan PT.Bina Guna Kimia FMC.

Acara dihadiri sekitar 70 orang peserta yang terdiri dari Bupati Kabupaten Lombok Utara, Kepala BPTP NTB, Asisten III Kabupaten Lombok Utara, Dinas Pertanian Provinsi NTB, Bakorluh Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan Kelautan dan Perikanan (PPKKP) Kabupaten Lombok Utara, UPTD Kecamatan Gangga, Camat Gangga, Kepala Desa Gangga, PPL di Kecamatan Gangga, Ketua dan anggota kelompok tani.

Acara kegiatan diawali dengan pemaparan oleh Ir. Hermanto Kepala Dinas PPKKP Kabupaten Lombok Utara menyampaikan perkembangan teknologi yang harus searah dengan perkembangan penduduk Kabupaten Lombok Utara. Kaitannya dengan SL-PTT petani dapat langsung menganalisis dan menerapkan ilmu yang mereka peroleh dilapangan secara langsung dan terpadu. Melaksanakan sistem budidaya padi yang baik dan benar, yang  dimulai dari cara pengolahan tanah hingga panen.

Acara di buka oleh Bupati Lombok Utara H. Djohan Syamsu, SH, dalam sambutannya Bupati menyampaikan, pengolahan lahan pertanian adalah hal yang pertama kali perlu dilakukan sebelum melakukan budidaya. Sebelum melakukan budidaya ada baiknya mengerti kemana arah pengolahan lahan pertanian tersebut, yaitu untuk ekstensifikasi pertanian dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi pertanian yaitu perluasan lahan pertanian ke wilayah yang sebelumnya dengan membangun bendungan Rempek. Intensifikasi pertanian yaitu salah satu usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang sudah ada atau pengolahan lahan secara maksimal. Kesiapan teknologi mendukung pengembangan pangan non beras, kaitan dengan non beras yaitu, ubi, jagung, talas yang nilai gizinya setara atau sama dengan beras dan gerakan diversifikasi pangan One Day No Rice. Disampaikan juga sasaran pokok memperkenalkan paket  teknologi, meningkatkan hasil pertanian dan kita diharapkan bekerja keras bekerja sungguh-sungguh.

Sementara itu Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, dalam penjelasannya mengatakan, menyambut baik atas upaya partisipatif dan para petani yang mencoba berbagai teknologi dalam mengembangkan usahataninya. Yang penting dapat memberikan peningkatkan produktifitas dan produksi usahatani kita. BPTP sebagai unit kerja yang bertugas mengkaji dan mengembangkan hasil-hasil penelitian untuk kemajuan daerah selalu mendukung kegiatan ini. BPTP selalu mendampingi dan mengawal pembangunan pertanian, menyiapkan varietas inpari jenis baru, yang produktivitasnya lebih tinggi. Salah satu contoh Benih Sumber dari VUB padi merupakan hasil teknologi yang bisa memberikan peningkatan produktifitas tanaman. BPTP NTB sebagai penyedia informasi dan teknologi pertanian dalam kesempatan tersebut berupaya memberikan informasi sebanyak-banyaknya.

Selanjutnya dilakukan panen padi secara simbolis oleh Bupati  Lombok Utara bersama undangan lainnya. Acara panen padi dilanjutkan dengan acara diskusi dan acara tanya jawab dengan kelompok tani, yang dipandu oleh Assisten III Kabupaten Lombok Utara dan Kepala BPTP NTB. Salah satu anggota kelompok tani yang mengikuti program SL-PTT dapat bantuan benih 625 kg, dan sudah dipanen kerjasama dengan FMC, hasil panen mencapai 6,8 ton/ha. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan, karena kerja keras dan kemandirian petani dalam menerapkan dan mengembangkan teknologi. Kelompok tani ini menginginkan supaya diarahkan bagaimana cara menanam padi yang bagus.

Dalam diskusi terlihat antusiasme petani terkait aspek budidaya tanaman padi dan pengendalian serangan hama penyakit yang aman bagi lingkungan.

Dimana beberapa petani menanyakan dan mengusulkan beberapa hal, antara lain masalah ketersediaan benih, masalah penyakit dan lainnya. (Sumber : Farida Sukmawati M)

Web Analytics