Berita

Pelatihan Pengelolaan Kebun Bibit Desa Di KWT ‘Bersatu’ Kota Mataram

Pin It

Bertempat di rumah ketua KWT “Bersatu” lingkungan Lendang Lekong Kelurahan Mandalika Kota Mataram (ibu Isa Usmadi), Rabu (08-05-2013) dilaksanakan pelatihan untuk kegiatan KBD (Kebun Bibit Desa). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pembelajaran langsung anggota KWT yang melaksanakan kegiatan M-KRPL BPTP NTB, sehingga manfaat yang diharapkan adalah keberlanjutan program melalui kontinuitas ketersediaan benih dan bibit di masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh ± 35 anggota KWT dan Theodora Junita H, SP (PPL Kelurahan Mandalika) dan para PPL lainnya, serta Tim BPTP NTB yang dipimpin oleh Bq. Tri Ratna Erawati, SP.,M.Sc. Acara dibuka dengan sambutan dari ketua tim BPTP NTB, yang dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada anggota KWT yang sudah semangat hadir mengikuti pelatihan ini, serta menyampaikan beberapa manfaat sekolah lapang untuk keberhasilan dan keberlanjutan program ini bagi anggota KWT.

Kegiatan sekolah lapang dibagi menjadi 6 tahap, tahap I pelatihan pembuatan kompos oleh Titin Sugianti, SP. Dalam  tahapan ini bahan-bahan yang digunakan berupa kotoran ayam yang banyak tersedia di lingkungan tersebut, daun kering, dan sampah dapur organik dan starter kompos yang digunakan juga ada beberapa jenis (Biotriba, Stardec, dan EM-4). Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki beberapa alternatif pilihan dan dapat memilih sendiri bahan dan starter kompos yang dikehendaki yang disesuaikan dengan kemampuan mereka (ekonomi, tenaga, preferensi).

Tahap II adalah persiapan media tanam, pengenalan aneka benih, dan persemaian oleh Eni Fidiyawati, SP. Dalam tahap ini diperkenalkan beberapa jenis media persemaian yang dapat digunakan yang disesuaikan dengan jenis tanah yang ada dilingkungan tersebut. Media yang digunakan adalah tanah, kompos, dan pasir. Tempat media yang digunakan terdiri dari beberapa alternatif, yaitu : tray, gelas air mineral bekas pakai, nampan, dll, yang dimaksudkan agar masyarakat memiliki beragam pilihan untuk tempat media. Selanjutnya pengenalan aneka benih tanaman yang bisa tanam langsung dan harus melalui persemaian terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan persemaian benih pada media yang telah disiapkan.

Tahap III adalah pindah tanam bibit dari persemaian ke polybag dan lahan oleh Yanti Triguna, SP. Dalam tahap ini dijelaskan tentang benih dari persemaian yang siap untuk dipindah tanam ke polybag maupun langsung ke tanah, hal tersebut dimaksudkan agar lingkungan rumah tangga yang memiliki lahan cukup luas dapat langsung menanam di tanah dan untuk lingkungan pekarangan yang sempit dapat di tanam di polybag. Perbandingan media yang digunakan berbeda antara polybag dan tanam langsung di tanah, selain itu dijelaskan bibit yang siap pindah tanam adalah bibit yang sudah memiliki daun 4-5 helai, untuk minimalisasi stress dan tanaman dapat tumbuh optimal.

Tahap IV adalah pengendalian OPT dengan menggunakan pestisida nabati oleh Yurista Sulistyawati, SP. Dalam tahap ini dijelaskan tentang pembuatan pestisida nabati untuk menghalau serangan hama seperti thrips pada beberapa tanaman pekarangan seperti tomat, cabai dll, yaitu dengan menggunakan ekstrak daun pepaya dan daun srikaya. Kemudian dijelaskan juga tentang kelebihan pestisida nabati ini selain murah, bahan mudah didapat dan pembuatannya, serta lebih aman untuk dikonsumsi.

Tahap V adalah perbenihan oleh Bq. Arie Sudarmayanti, SP. Dalam tahap ini dijelaskan tentang perbenihan dengan anggota membuat benih sendiri sehingga tidak tergantung dengan benih yang ada di toko karena harganya yang cukup mahal. Anggota diajarkan cara memilih buah pada tanaman yang ada di pekarangan yang dapat digunakan sebagai benih untuk pertanaman di pekarangannya. Selain itu anggota juga belajar tentang perlakuan pada buah, pemisahan benih dari kulit buah, pembersihan, penjemuran, sortasi, dan penyimpanan benih.

Tahap VI adalah pemeliharaan tanaman oleh Nani Herawati, SP. Dalam tahap ini disampaikan hal-hal yang harus dilakukan pada perwatan tanaman, mulai dari pengendalian gulma, pemupukan, penyiraman, pewiwilan tanaman, pengenalan gejala serangan OPT pada tanaman dll.

Anggota KWT ‘Bersatu’ sangat antusias mengikuti tahapan–tahapan kegiatan sekolah lapang ini, terbukt dari pertanyaan yang mereka ajukan cukup banyak, selain itu juga bertambahnya semangat mereka guna mensukseskan program M-KRPL BPTP NTB, karena mereka sudah mendapatkan manfaat yang nyata dari program tersebut, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi harian keluarga serta pemasukan berupa sayuran hasil pekarangan yang mereka jual, serta meningkatkan interaksi antar tetangga berupa pembagian ilmu dan saling bertukar hasil pekarangan.

Diakhir kegiatan tim BPTP mengunjungi KPL (Kawasan Pangan Lestari) yang dikelola oleh KWT dan letaknya berdekatan dengan KBD yang berupa hamparan lahan yang digunakan untuk penanaman sayur dan dikelola secara swadaya dan gotong royong oleh anggota, berbagai tanaman telah tumbuh diantaranya yaitu : jagung, tomat, terung, cabai, kangkung, dll. (Sumber : Eni Fidiyawati dan Bq. Tri Ratna Erawati)

Web Analytics