Berita

Temu Lapang dan Panen Benih Kedelai Bantuan Menteri Pertanian di Kabupaten LombokTimur

Pin It

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu sentra produksi kedelai di Indonesia dengan luas panen rata-rata (5 tahun terakhir) 78.589 ha tiap tahun, dengan rata-rata produktivitas 1,15 t/ha, dan produksi rata-rata mencapai 90.288 ton /th. Penyediaan benih sumber sebesar 3.144 ton bagi NTB sebenarnya tidak sulit, karena NTB mempunyai lahan kering cukup luas, mencapai 626.034,60 hektar, dan kondisi iklimnya mendukung untuk pertumbuhan tanaman kedelai.

Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang mendapatkan prioritas untuk swasembada pada tahun 2014. Oleh karena itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) berupaya untuk mensukseskan program tersebut  melalui peran BPTP sebagai penyedia teknologi bagi petani. Salah satu upaya yang dilakukan

adalah Temu Lapang dan Panen Benih Kedelai, dilaksanakan, Kamis (02/5/2013) di Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, melibatkan peran serta petani dari kelompok tani Demi Kawan.

Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima bantuan benih kelas FS kedelai yang telah di-launching oleh Menteri Pertanian di Kabupaten Aceh Timur, 15 Desember 2012 lalu.

Bantuan benih kedelai dari Menteri Pertanian sebanyak 2 ton untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat. Benih sebanyak 1 ton dialokasikan di Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa 750 ton, dan di Kabupaten Lombok Timur 250 kg. Benih kedelai untuk Lombok Timur yang di alokasikan di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur ditanam di lahan kering seluas 5 ha, yang ditanam pada akhir Januari 2013.

Penanggung jawab Demplot PTT Kedelai BPTP NTB Ir. H. Noor Inggah melaporkan bahwa hasil ubinan kedelai varietas Anjasmoro antara 1,3–1,87 t/ha dan diperkirakan hasil kedelai seluas 5 ha mampu menghasilkan 6–7 ton calon benih.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur mengatakan “Hasil kedelai ini lebih tinggi dari rata-rata produktivitas di Lombok Timur yang hanya mencapai 1 t/ha”.

Panen dan Temu Lapang yang dihadiri oleh sekitar 250 orang peserta yang terdiri dari unsur BPTP NTB, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, Kepala BBI Prov. NTB, SKPD Kabupaten Lombok Timur, Mitra Swasta, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur’an, dari Badan Litbang Pertanian diwakili Prof. Dr. Marwoto dan Ir. Anwari, MS (Balitkabi), penyuluh, pemuka masyarakat dan anggota kelompok tani serta beberapa perwakilan kelompok tani di desa sekitar.

Dalam kata sambutannya Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS selaku Kepala BPTP NTB menyampaikan bahwa BPTP sebagai Institusi Badan Litbang Pertanian di daerah, bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB wajib mengawal penerapan teknologi dalam pelaksanaan tanam sampai menghasilkan benih kedelai. Keberhasilan produksi benih kedelai ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas, BPTP, PT. Bina Guna Kimia FMC dan kelompok tani. Panen dan Temu Lapang kedelai dengan hasil cukup memuaskan tersebut, telah memberikan semangat baru bagi kebangkitan kembali kedelai di daerah tersebut.

Prof. Dr. Marwoto peneliti Balitkabi mengatakan bahwa lahan kering dan kondisi iklim di Provinsi NTB sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman kedelai, maka kondisi ini sangat mendukung proses produksi benih kedelai melalui sistem JABALSIM.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan  Lombok Timur mendukung produksi benih kedelai dilakukan secara mandiri oleh kelompoktani sebagai penangkar, hasil produksi benih kedelai ini akan dipersiapkan untuk pengembangan kedelai melalui SL-PTT di Lombok Timur.

Tuan Guru H. Lalu Hamdani pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran juga sebagai Ketua Kelompok Tani “Demi Kawan” siap untuk menjadi penangkar dan mohon bimbingan Dinas Pertanian dan BPTP NTB. Keberhasilan Amaq Kamandanu menanam kedelai yang tampilannya sangat bagus, seperti yang dilihat para peserta temu lapang, menginspirasi kelompok tani lainnya, untuk mengembangkan tanaman kedelai, terutama sebagai penangkar. (Sumber : Farida Sukmawati M)

Web Analytics