Berita

Kunjungan Lapang Peserta CURE-IRRI Meeting ke Dusun Sade, Lombok Tengah

Pin It

Dalam rangkaian acara pertemuan CURE – IRRI (Consortium for Unfavorable Rice Environment – International Rice Research Institute), 70 orang delegasi dari 10 negara Asia Selatan dan Tenggara mengadakan kunjungan lapang ke Dusun Sade Desa Rembitan Kabupaten Lombok Tengah pada Kamis (25/04/2013). Mereka terdiri dari para peneliti negara-negara : Bangladesh, India, Nepal, Kamboja, Laos, Philipina, Thailand, Myanmar, Vietnam dan Indonesia. Kunjungan lapang ini dimaksudkan untuk melihat dan mempelajari system tanam padi Gogo Rancah di wilayah tadah hujan di Provinsi NTB. Demikian dikemukakan oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo, S., MS.

Kunjungan lapang diawali dengan meninjau salah satu lahan petani yang sedang bertanam kedelai setelah panen padi. Di lokasi sawah, PPL setempat, Kadarusman, menjelaskan bagaimana system tanam padi Gogo Rancah, sebuah system yang berbeda dengan cara tanam di daerah irigasi. Menurut Kadarusman, pada system Gogo Rancah, persiapan lahan dimulai sejak bulan Juli-Agustus saat hujan belum turun. Sehingga, saat hujan mulai turun bulan November-Desember, lahan sudah siap untuk ditanamai. Cara tanamnya juga berbeda dengan sawah irigasi, dimana pada system gogo rancah, setelah hujan turun dan tanah mulai basah dengan perkiraan curah hujan 60 mm, petani membuat lubang dengan menugal. Benih padi, lalu diletakkan di setiap lubang dengan jumlah 3-4 biji per lubang. Lubang lalu ditutupi kembali dengan tanah. Seminggu kemudian benih padi akan mulai tumbuh. Dengan cara tanam ini, tanaman padi akan mendapatkan air yang cukup sampai panen di daerah-daerah yang hanya mengandalkan air hujan, seperti Lombok Selatan ini.

Penjelasan di lapangan oleh PPL kemudian dilanjutkan dengan tatap muka dan tanya jawab peserta CURE-IRRI meeting dengan petani di Berugaq Pertemuan Dusun Sade. Terlihat antusiasme para delegasi Negara sahabat ini mengetahui bagaimana system Gogo Rancah telah memperbaiki kondisi perekonomian mereka. Salah seorang petani, Radita, menyampaikan bahwa system Gogo Rancah telah merubah status dusun dan desa mereka, semula dari daerah rawan pangan pada tahun 1970-an, menjadi daerah cukup pangan sejak tahun 1980-an. Mereka juga sekarang sudah mampu membangun rumah yang lebih layak huni serta menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari orang tuanya. Petani yang lain, Jamal, menyampaikan harapan kepada para peneliti dalam forum CURE-IRRI untuk membantu memecahkan persoalan-persoalan tehnis tanaman padi seperti masalah penyakit dan hama. Diharapkan juga para peneliti ini akan membantu memberdayakan petani dalam bentuk pelatihan-pelatihan sehingga para petani bisa menjadi penyuluh bagi rekan mereka yang lain.    (Sumber : Nurul Hilmiati)

Web Analytics