Berita

Pertemuan 10 Negara Anggota Konsorsium The International Rice Research Institute (IRRI) Untuk Lahan Marjinal

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB mewakili Badan Litbang Pertanian RI menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan 10 negara anggota konsorsium IRRI untuk lahan tadah hujan (marginal) bagi padi (the Consortium for Unfavorable Rice Environment – CURE), di hotel Holiday Resort Senggigi Lombok.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari (23-25/04/2013), di hadiri 70 orang delegasi anggota CURE dari 10 negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara meliputi: Bangladesh, India, Nepal, Cambodia, Lao PDR, Indonesia, Philippines, Thailand, Vietnam, dan Myanmar.

Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Asisten II, Sekda NTB, Drs. Abdul Haris, MM, saat membuka acara mengharapkan pertemuan CURE-IRRI ini akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan tadah hujan, mengingat masih ada beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat merupakan lahan tadah hujan dan lahan kering.

Sementara itu, coordinator CURE-IRRI, Dr. David E. Johnson, dalam sambutannya menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan agenda tahunan para peneliti pertanian khususnya padi dan organisasi partner CURE untuk membahas capaian program CURE yang signifikan dari berbagai negara anggota. Disamping itu, pertemuan ini juga sebagai ajang untuk berbagi ilmu pengetahuan, membangun aliansi belajar, pertukaran produk-produk sains, dan pertukaran pengalaman dalam membangun, memvalidasi dan menyampaikan teknologi dan informasi pertanian kepada jutaan petani miskin di Asia.

Di hari terahir pertemuan, Kamis (25/04/2013), para delegasi CURE-IRRI ini akan berkunjung ke Dusun Sade Desa Rambitan Kabupaten Lombok Tengah. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengajak para peserta melihat secara langsung praktik-praktik pertanian di lahan tadah hujan wilayah setempat yang terkenal dengan system gogo rancahnya. (Sumber : Nurul Hilmiati)

Web Analytics