Berita

Kunjungan Petugas Pendamping dan Peternak dari Provinsi Lampung Ke BPTP NTB

Pin It

Petugas pendamping dan peternak dari Provinsi Lampung yang berjumlah 11 orang mengadakan kunjungan ke BPTP NTB pada Kamis (11/04/2013). Rombongan diterima langsung oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS. Kepala BPTP NTB menyampaikan terima kasih kepada peserta dari Provinsi Lampung yang hadir mengunjungi ke Kantor BPTP NTB, dengan pegawainya berjumlah 120 orang, termasuk peneliti dan penyuluh sebagai motor penggerak di BPTP NTB. Tugas pokok BPTP NTB adalah melakukan pengkajian dan perakitan teknologi. BPTP NTB mempunyai kebun percobaan di Narmada dan Sandubaya yang berisi visitor plot, manajemen pemeliharaan sapi, ada juga UPBS, Laboratorium tanah yang sudah terakreditasi dan ada pengkajian PSDSK menunjang Bumi Sejuta Sapi (BSS). Itulah gambaran yang ada di BPTP NTB. Perwakilan dari Prov. Lampung Supardi menyampaikan banyak terima kasih mulai dari kedatangannya dijamu sangat memuaskan, semoga kunjungan ini sangat bermanfaat dan ilmu yang didapat akan diterapkan di Provinsi Lampung. Selanjutnya peserta menuju Visitor Plot di KP (Kebun Percobaan)-Narmada. Dalam kunjungannya mereka juga didampingi oleh Dr. Tanda S Panjaitan (penanggungjawab kegiatan ACIAR-BPTP NTB) dan Dr. Dahlannudin (Universitas Mataram). Di sekitar area Visitor Plot mereka melihat beberapa koleksi HMT seperti : rumput unggul (Braharia mulato, Panicum, King Grass, Setaria, Paspalum) legum rambat (aracis pintoi, clitoria, centrocema), legum pohon (kelor dari beberapa daerah di wilayah NTB, kelor putih dan kelor merah dari Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Utara, gamal, lamtoro, teramba, turi, dan indigofera hirsuta).

Penjelasan disampaikan oleh penanggung jawab visitor plot aneka ternak Totok B Julianto, S.Pt, tentang penanaman HMT dan pemeliharaan aneka ternak. Dijelaskan tentang pemeliharaan ayam KUB dan keunggulan ayam KUB (Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian) dibanding ayam kampung biasa, atau ayam Arab. Ayam KUB relatif tahan terhadap penyakit dan stress, produksi telur lebih tinggi (65% per tahun), pada umur 2 bulan bobot badan mencapai rata-rata 680 gr untuk pejantan, untuk betina rata-rata 650 gr. Selain itu dijelaskan pula tentang pemeliharaan kambing PE yang disilangkan (crossbreed) dengan kambing Boer. Untuk ternak sapi Bali, dilakukan penerapan pola perkawinan alam dengan pejantan unggul, diberi pakan berbagai jenis rumput unggul, legum, dan jerami padi.  Proses pembuatan kompos dan biogas merupakan salah satu bagian dari kegiatan Visitor Plot, untuk memanfaatan limbah kotoran ternak.  Aneka ternak yang berada di KP BPTP NTB merupakan hasil diseminasi yang telah dilakukan dalam kegiatan penelitian dan pengkajian oleh peneliti dan penyuluh di BPTP NTB.

Visitor Plot juga memberi gambaran model peternakan yang memanfaatkan lahan (pekarangan) terbatas untuk memelihara aneka ternak agar dapat memenuhi gizi rumah tangga serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat (meningkatkan pendapatan skala rumah tangga), disamping merupakan bentuk dukungan terhadap program nasional swasembada daging. Terlihat para peserta sangat antusias mendengarkan dan melihat langsung berbagai macam aneka ternak.

Selanjutnya peserta mengunjungi UPBS BPTP NTB, di sana mereka mendapat penjelasan tentang kegiatan perbenihan oleh Sabar Untung, SP., penanggung jawab kegiatan UPBS. Dijelaskan tentang ketersediaan benih padi unggul serta pengembangan beberapa vareitas unggul baru (VUB) melalui pengkajian dan desiminasi  oleh BPTP NTB. Kelas benih yang diproduksi yaitu FS (label putih) dan SS (label ungu). Disampaikan pula tentang keberadaan VUB yang rata-rata 7 varietas dihasilkan tiap tahun oleh BB padi; kemudian oleh BPTP NTB diperkenalkan dan dikembangkan kepada petani penangkar. Saat ini telah dikembangkan 7 varietas  unggul baru padi di wilayah NTB. Peserta juga melihat koleksi benih di gudang penyimpanan benih UPBS BPTP NTB. (Sumber : Totok B Julianto dan Farida Sukmawati M).

Web Analytics