Berita

Pertemuan Kelompoktani Kegiatan Pengkajian Alternatif Pengganti Usahatani Tanaman Tembakau

Pin It

Tim pengkaji “Alternatif Pengganti Usahatani Tembakau” BPTP NTB mengadakan pertemuan dengan kelompoktani kooperator.Pertemuan dilaksanakan di kelompok tani “Gerepek” Desa Jango Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah dan kelompok tani “Suka Mulia” Desa Sukadana Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur pada Kamis, (11/04/2013). Masing-masing kelompok tani dihadiri sekitar 15 anggota dan petugas penyuluh lapangan. Agenda pertemuan kelompok adalah tindak lanjut hasil PRA pada pertemuan sebelumnya, antara lain : a). Sinkronisasi paket teknologi yang akan diterapkan kepada kelompok tani, b). Kesepakatan tentang rencana pembiayaan usahatani. Kelompok tani “Gerepek” ada dua komoditas yang akan dikaji yaitu teknologi budidaya tanaman jagung dan kedelai, sedangkan kelompok tani “Suka Mulia” teknologi budidaya tanaman cabe dan tomat. Dalam acara diskusi, petani sangat berharap pendampingan teknologi oleh BPTP NTB selama pengkajian berlangsung. Selanjutnya pada kesempatan tersebut Kepala BPTP NTB (Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS) juga memberikan beberapa pengarahan bahwa budidaya tanaman tembakau akhir-akhir ini banyak dihadapkan pada masalah yang memberatkan para petani. Selain faktor iklim yang tidak menentu dan sangat berpengaruh terhadap kualitas daun tembakau juga masalah bahan bakar minyak untuk mengomprong daun tembakau. Selain itu masalah harga tembakau juga kurang menguntungkan oleh petani, hal ini akan terlihat apabila dalam usahatani luasan yang diusahakan berlebihan sehingga produksi yang dihasilkan akan melebihi kuota. Dampak dari kelebihan produksi daun tembakau tersebut akan melemahkan posisi tawar petani tentang harga jualnya, sehingga tidak jarang petani mengalami kerugian. Ada beberapa alternatif komoditas lainnya selain tembakau yang dapat diusahakan untuk mengganti usahatani tanaman tembakau, bisa komoditas tanaman hortikultura maupun tanaman palawija. Jenis tanaman hortikultura yang juga memiliki nilai ekonomis seperti cabe, tomat, bawang, melon, sementara itu tanaman palawija seperti tanaman jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau juga dapat dikembangkan. Jenis tanaman-tanaman tersebut tidak terlalu besar biaya usahataninya jika dibandingkan dengan usahatani tembakau, sehingga apabila petani mengalami musibah kerugian tidak terlalu besar. Selanjutnya dikatakan pula bahwa dalam budidaya tanaman baik tanaman pangan maupun tanaman hortikultura, nantinya harus mengandung konsep pertanian ramah lingkungan. Inti dari konsep pembangunan pertanian ramah lingkungan tersebut memuat berbagai informasi, seperti pengaturan  waktu tanam, penggunaan varietas, pengendalian organisme pengganggu tanaman. Di NTB umumnya petani dalam berusahatani menggunakan bahan anorganik sangat berlebihan sehingga berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Contoh seperti ini dapat diatasi dengan penambahan bahan organik (pupuk kandang atau kompos) dalam tanah. Bahan baku kompos sangat banyak tersedia didesa, alangkah baiknya kalau ketersediaan bahan baku tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Untuk teknologi pembuatan kompos di BPTP NTB ada ahlinya dan siap untuk melatih kelompok tani. Tawaran tersebut sangat diapresiasi oleh kelompok tani dan petani sanggup dalam waktu seminggu setelah pertemuan ini akan menyiapkan bahan bakunya untuk diproses menjadi kompos. (Sumber : Sudarto).

Web Analytics