Berita

Pengukuhan Asbenindo Kabupaten Lombok Barat

Pin It

Besarnya peran benih berkualitas terhadap peningkatan produktifitas tanaman padi,  direspon dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dengan mendorong terbentuknya organisasi yang menangani perbenihan yaitu Asbenindo (Asosiasi Perbenihan Indonesia). Asbenindo Kabupaten Lombok Barat telah terbentuk dan dikukuhkan langsung oleh Bupati Lombok Barat Dr.H. Zaini Arony, MPd pada Selasa, (19/02/2013) bertempat di Dusun Jerangoan Desa Kramajaya Kec. Narmada  Kabupaten Lombok Barat yang dihadiri sekitar 300 undangan; antara lain Kepala BPTP NTB Dr. Dwi Praptomo S, MS, Dinas Pertanian dan Hortikultura Prov. NTB,  BPSB TPH Prov. NTB, BBI TPH Prov. NTB, Bank BRI, Bank BNI 46, Bank NTB Cab. Lombok Barat, Ketua Asbenindo Lombok Tengah, Gapoktan, perwakilan penangkar di Pulau Lombok dan jajaran SKPD Kabupaten Lombok Barat.

Sebelum acara pengukuhan Asbenindo oleh Bupati Lombok Barat, diawali dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Umum Asbenindo Lombok Barat Sapri Mardi. Dalam laporannya Sapri Mardi menyampaikan Visi dan Misi Asbenindo yaitu; Visi Penyediaan benih varietas unggul maupun lokal yang berwawasan agribisnis, berorientasi pada benih bersertifikat dan bermutu tinggi, dan Misinya adalah mendukung program Pemerintah dalam upaya meningkatkan produktifitas tanaman pangan dan hortikultura. Anggota yang tergabung dalam  Asbenindo  Lombok Barat sebanyak 51 anggota dengan rincian 35 produsen tanaman pangan, 6 produsen Hortikultura dan 11 pedagang benih. Target Asbenindo untuk produksi benih padi tahun 2013 sebanyak 3.858,5 ton dengan kebutuhan lokal Lombok Barat hanya 917,730 ton,  sisa produksi  tersebut akan didistribusikan untuk mencukupi kebutuhan benih Lombok Tengah 749.149 ton, Lombok Timur 639,729 ton, Lombok Utara 119,340 ton, KSB 164.070 ton dan kabupaten lainnya sebanyak 1.278.111 ton. Selama ini Kabupaten Lombok Barat mensuplai 60 persen dari  kebutuhan benih padi di NTB. Lebih lanjut menurut Sapri Mardi untuk merealisasikan kegiatan tersebut diperlukan modal sebesar Rp.33.076.190.000, sementara modal yang tersedia di penangkar anggota Asbenindo Lombok Barat baru Rp.16.795.450, sehingga perlu tambahan modal sebanyak Rp. 16.280.740.000

Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat Ir. Chairul Bahtiar MM, dalam sambutannya menjelaskan bahwa untuk mempertahankan surplus beras di Lombok Barat dan target produksi 10 juta ton beras Nasional pada tahun 2014, pemanfaatan teknologi benih dengan unsur 6 tepat pada sistem budidaya padi oleh petani Lombok Barat harus dipenuhi. Tahun 2012 produksi benih oleh produsen Lombok Barat sebanyak 4.322 ton jauh melebihi kebutuhan petani di Lombok Barat, sehingga dengan terbentuknya Asbenindo potensi pasar dan kestabilan harga benih akan lebih terkontrol. Tahun 2013 Kabupaten Lombok Barat mendapat bantuan alat panen Combine Harvester, yang produktifitas dan efisiensinya sangat bagus. Diharapkan kehadiran alat tersebut dapat meningkatkan produktifitas padi di Lombok Barat khusunya,  karena alat  tersebut mampu menekan kehilangan saat panen sampai prosesing.

“Pemerintah Daerah dan pusat pada tahun 2012 sudah memberikan sumbangan hand traktor sebanyak 150 unit kepada kelompok tani se Lombok Barat, ini merupakan salah satu bentuk besarnya perhatian Pemerintah ke sektor pertanian”, demikian sambutan Bupati Dr. H. Zaini Arony, M.Pd pada pengukuhan Asbenindo Lombok Barat, dan tahun ini bantuan alat panen combine harvester 5 unit dari Pemerintah pusat perlu disyukuri, karena dengan penggunaan alat tersebut ada Efisiensi dan produktifitas, sehingga akan mendatangkan nilai tambah bagi petani dalam mengelola usahataninya. Asbenindo merupakan organisasi yang mau dan mampu menerima teknologi tinggi, karena dalam menyediakan benih ada unsur teknologi, dan teknologi hanya dapat dikerjakan dengan ilmu, jadi Asbenindo telah mengambil peran penting dalam pembangunan pertanian di Lombok Barat. Tahun 2012 Lombok Barat menyumbang 60 % pada perbenihan di NTB. Produktifitas padi di Lombok Barat juga mampu menggungguli produktifitas Nasional. Produktiftas padi petani di Kecamatan Lingsar mampu mencapai 10.6 ton per Ha GKP juga karena teknologi. Kegiatan pengukuhan Asbenindo ini diharapkan bukan hanya seremonial saja, tetapi bagaimana harus bekerja, kalau permasalahan utama modal, saat ini perbankan dimanfaatkan. Pertanian harus menjadi lokomotif pembangunan di Lombok Barat, karena 34 persen tenaga kerja diserap oleh sektor pertanian. Diharapan  Asbinindo jangan cepat puas, tapi harus mampu berinisiatif dan berkreasi demi kemajuan organisasi dan pembangunan pertanian di Lombok Barat.  (Sumber : Sabar Untung)

Web Analytics