Berita

Sekolah Lapang Pembibitan Sayuran Di Kompleks Polda NTB

Pin It

Presiden RI pada Grand launching M-KRPL di Jatim, (13/01/2012) menginstruksikan agar Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) harus dikembangkan di seluruh Indonesia, dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah, halaman kantor  instansi pemerintah maupun swasta. Atas dasar hal tersebut, BPTP NTB dan  Kepolisian Daerah (Polda) NTB melalui Pengurus Bhayangkari kerjasama membangun M-KRPL di Lingkungan Polda NTB.

Salah satu instrumen penting dalam membangun M-KRPL adalah tersedianya Kebun Bibit Desa (KBD) yang berfungsi sebagai tempat penyiapan bibit tanaman yang dibutuhkan di lahan pekarangan secara kontinyu dan berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut disepakati bahwa halaman kantor Bhayangkari Polda NTB ditetapkan sebagai lokasi KBD, sedangkan show window implementasi M-KRPL berlokasi di halaman Sekolah TK Bhayangkari dan rumah jabatan Kapolda NTB.

Guna memperkenalkan bahan dan peralatan yang diperlukan serta cara penyiapan bibit tanaman di KBD, telah dilakukan Sekolah Lapang pembibitan tanaman sayuran dan tanaman obat-obatan pada 11-17 Februari 2013 di lokasi KBD. Sekolah lapang diikuti oleh seluruh pengurus Bhayangkari di bawah koordinasi langsung Ketua Bhayangkari Polda NTB Ny Novita Iriawan. Pada kesempatan tersebut Tim M-KRPL BPTP NTB yang dikoordinir Ir. Sofyan Souri memperkenalkan bahan-bahan dan peralatan yang digunakan dalam menyiapkan bibit tanaman di KBD, antara lain: media tanam yang terdiri atas tanah, kompos, sekam, humus, dan wadah berupa tray, bedengan, potongan talang air dari PVC, polybag, dan sabut kelapa serta benih tanaman. Selanjutnya Tim M-KRPL menjelaskan fungsi dari masing-masing bahan tersebut, cara penyiapan media tanam dan memasukkannya ke dalam wadah-wadah yang sudah dipersiapkan serta cara menanam atau menyemaikan benih. Sistem tanam yang ditunjukkan adalah tanam langsung dalam bedengan untuk jenis tanaman tertentu, ada jenis tanaman dibenihkan dalam tray ada juga yang langsung dibenihkan dalam polybag. Untuk lahan yang sempit dapat diatur secara bertingkat untuk memperluas ruang.

Pengurus Bahayangkari sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut, sehingga secara partisipatif melakukan praktek terhadap materi yang dijelaskan. Menurut mereka, proses pembibitan ternyata cukup mudah dilakukan, sehingga sangat yakin siapapun bisa melakukan hal yang serupa di tempatnya masing-masing. Lahan pekarangan yang berisi aneka tanaman sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman obat-obatan yang diusahakan secara organik, mempunyai manfaat ganda, selain dapat memenuhi pangan dan gizi yang dibutuhkan sehari-hari, aman dikonsumsi, juga membuat suasana pekarangan menjadi sejuk dan segar.  (Sumber : Eni F dan Moh. Nazam).

Web Analytics