Berita

Pertemuan ASBENINDO (Asosiasi Perbenihan Indonesia) Kabupaten Lombok Barat di Narmada

Pin It

Peran benih dalam peningkatan produktifitas tanaman telah dirasakan oleh petani NTB, khususnya Lombok Barat, sehingga penyediaan benih bersertifikat perlu disiapkan  dengan professional. Untuk mewujudkan program tersebut,  maka perlu berkoordinasi dengan semua pihak terkait, dan harus ada forum yang mewadahinya. Demikian kata pengantar Kepala Bidang Pertanian Kabupaten Lombok Barat H. Suhaili, SP.MSi pada acara pertemuan persiapan pengukuhan ASBENINDO Kabupaten Lombok Barat  yang dilaksanakan pada Rabu, (30/01/2013) di Dusun Jerangoan Desa Kramajaya Kecamatan Narmada, yang di hadiri oleh 20 penangkar se Kabupaten Lombok Barat. Asbenindo Lombok Barat telah terbentuk, sejak 27/12/2012, dengan susunan pengurus sebagai berikut;

No

Jabatan

 

Nama

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Ketua Umum

Ketua I

Ketua II

Sekretaris I

Sekretaris II

Bendahara

Seksi Produksi Padi dan Kedelai

Seksi Produksi Hortikultura

Seksi Humas dan Dana

 

Sapri Mardi

Ir. Sabri

H. Abdul Haris, S.Ag

H. Suhaili, SP.MSi

Nengah Parwata, SP

Siti Maimunah, SP

Munadi

Idrus

Hamka

 

Sementara sambutan dari ketua umum Sapri Mardi adalah program pertama setelah terbentuk lembaga Asbenindo kita akan mengiventarisir penangkar yang ada di Lombok Barat untuk memastikan jumlah anggota penangkar  yang akan dikukuhkan Bupati Lombok Barat, dengan target maksimal pertengahan bulan Februari. Untuk   program kerja Asbenindo Lombok Barat ada 2 yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Jangka  pendek yang sangat mendesak saat ini adalah  perlunya wadah organisasi (Asbenindo) untuk menangkap peluang pasar  padi dan kedelai khusus di Lombok Barat dan di Nusa Tenggara  Barat pada umumnya. Kami sering mendapat permintaan  benih dari luar daerah, baik benih padi maupun kedelai, dan harus ada jawaban kepastian dalam waktu yang sangat singkat, tetapi karena tidak ada data; jumlah stok, varietas dan kelas benih yang kita ketahui, maka  peluang itu saya tolak. Berdasarkan pengalaman tersebut mari kita  perbaiki mananjemen usaha perbenihan ini melalui wadah Asbenindo. Kedepan data stok, varietas, dan kelas benih setiap anggota Asbenindo Lombok Barat akan kita kumpulkan di skretariat untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan informasi kepada pengguna. Produksi penangkar  Lombok Barat tahun 2012  pada komoditi padi sebesar  3.650,564 Ton atau 33,6 persen  dari produksi benih se NTB yaitu 10.856,489 ton.

Pada tahun 2013 diharapakan produsen Kabupaten Lombok Barat mampu menyediakan benih padi sebanyak 3.850,149 ton dan komoditi kedelai sebesar 1.000 ton, sementara jumlah penangkar yang aktif di Lombok Barat berdasarkan data dari BPSB TPH Provinsi Nusa Tengggara Barat sebanyak 42 penangkar, dan penyalur  benih sebanyak 17.  Kita patut bersyukur berada di Lombok Barat, karena kapasitas dan kopetensi produsen benih  sangat beragam, seperti BUMN PT Pertani, dan dari  instansi Pemerintah BBI TPH Provinsi  NTB, BBU dan status  penangkar maju hampir semua berada di Kabupaten  Lombok Barat, dan  terakhir UPBS BPTP NTB salah satu produsen dari institusi pusat juga berkantor di Lombok Barat.

Lebih lanjut  Ketua umum Sapri Mardi berharap dengan kekuatan yang ada dari berbagai unsur, Asbenindo Lombok Barat harus bisa  meningkatkan kontribusi pada perbenihan di NTB. Kami berharap pada produsen BUMN dan produsen dari institusi pemerintah yang ada di Lombok Barat bisa mendorong pada sistem manajemen dan informasi terkini yang terkait dengan perbenihan yang sangat dinamis.

Potensi lain yang harus disiapkan oleh Asbenindo Lombok Barat adalah  besarnya kebutuhan  benih tahun 2013 seperti Kabupaten Lombok Timur  dari 1.940 ton, hanya mampu di siapkan oleh penangkar setempat sebesar 60%, kekurangan dari kebutuhan benih tersebut diharapkan Asbenindo Lombok Barat bisa menyediakan. Adapun peluang pasar benih dari program pemerintah  pada tahun 2013 di Provinsi NTB adalah; padi sawah sebanyak 4.827,119 ton, padi gogo 813,559 ton dan padi hibrida sebesar 262,500 ton. Untuk jagung  hibrida 419,972 ton, Jagung komposit 87,527 ton, sementara pada komoditi kedelai  sebanyak 4.414,505 ton semoga peluang tersebut bisa kerjakan dengan baik demikian kata penutup ketua umum Asbenindo Lombok Barat.

Sementara produsen institusi pemerintah yang hadir yaitu UPBS BPTP NTB yang diwakili oleh Sabar Untung menyampaikan; bahwa keberadaan UPBS BPTP NTB sebagai penyedia benih sumber dari varietas unggul baru di daerah bersifat sebagai promosi Varietas Unggul Baru (VUB) hasil Badan Litbang Pertanian, bukan untuk mengkomersilkan usaha unit kerja, karena tupoksi dari masing-masing institusi pemerintah yang bergerak di bidang perbenihan sudah di atur oleh SK Permentan. Tupoksi UPBS BPTP di daerah hanya untuk mempercepat desiminasi varietas unggul baru  yang telah di lepas oleh Pemerintah, karena setiap varietas baru yang akan dilepas, harus memenuhi persyaratan pelepasan varietas salah satunya harus memiliki keunggulan lain dari varietas yang sudah ada.  Menurut Sabar Untung, menanggapi harapan Ketua umum Asbenindo Lombok Barat, UPBS BPTB NTB, PT Pertani, BBI dan BBU pasti akan  mendukung dan membantu  keberadaan Asbenindo yang profesional, sesuai  dengan tuntutan kapasitas intitusi tersebut.  Asbenindo harus dijadikan sumber informasi pertanian yang valid terkait dengan kebutuhan petani, karena benih berkualitas mempunyai kontribusi paling besar dalam meningkatkan produktifitas tanaman, sehingga tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan petani akan terwujud.  (Sumber : Sabar Untung)

Web Analytics