Berita

Sosalisasi Bantuan Peralatan Pasca Panen Padi Di NTB APBNP Tahun 2012

Pin It

Nusa Tenggara Barat merupakan daerah yang sangat strategis untuk pertanian, tetapi usaha pertanian selalu berkaitan dengan alam. Tantangan semakin banyak, kita harus membangun kebersamaan, untuk meraih keberhasilan semua harus bekerjas keras, berpikir. Kemiskinan  NTB harus kita lawan dengan kerja keras, ikhlas dan tuntas, demikian pengantar dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Ir.H. Abdul Maad, MM.  Dihadapan Direktur Pasca Panen Dirjen Tanaman Pangan Ir. Pending Dadih Permana, MSc dan undangan lainnya dalam acara sosialisasi bantuan peralatan pasca panen  padi  yang dilaksanakan pada Jumat (25/01/2013) bertempat di Kantor BBI TPH Peninjauan Narmada. Hadir dalam acara sosialisasi ini, Dinas Pertanian Kab/Kota se NTB, para petugas, PPL, anggota kelompok tani yang mendapat bantuan alsintan, dan stake holder lainnya. Lebih lanjut Kepala Dinas Pertanian menyampaikan permasalahan saat ini tenaga kerja semakin terbatas, mekanisasi pertanian menjadi solusi untuk meningkatkan produktifitas, sehingga alsintan ini harus bermanfaat. NTB sudah ditetapkan menjadi lumbung pangan nasional, kita harus mampu menjaga dan mempertahankan kepercayaan Pemerintah Pusat, dan bisa berkontribusi dalam pembangunan pertanian di Indonesia.

Direktur Pasca Panen Ir. Pending Dadih Permana, MSc dalam sambutannya menekankan pentingnya manfaat dari alsintan yang akan diserahkan ke daerah NTB. 350 alsintan berupa power thresher telah tersalur dan khusus untuk kedelai sudah diberikan dari pusat berupa power thresher multiguna, karena NTB merupakan salah satu dari tujuh provinsi penghasil kedelai, untuk mensukseskan program Pemerintah 1.8 juta ton kedelai nasional. Bantuan alat panen Combain Harvest Maxxi Paddi ini bersumber dari APBNP tahun 2012. Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu wilayah yang diprogramkan untuk menggunakan alat tersebut, sehingga bantuan ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat tani NTB, bukan perorangan atau kelompok. Dari 20 unit Combain Harvest Maxxi Paddi akan diserahkan ke 4 kabupaten penghasil padi di NTB yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa masing-masing kabupaten mendapatkan lima unit.

Lebih teknis Direktur pasca panen memaparkan keuntungan dengan Combain Harvest Maxxi Paddi adalah menekan angka kehilangan hasil (losses). Dari kegiatan panen padi oleh petani di seluruh Indonesia telah dihitung total kehilangan hasil diatas 10%. Sebagai contoh produksi  padi Nasional 2012 sebesar 68,89 juta ton, maka kita telah membuang sia-sia 6,8 juta ton gabah, yang berarti kita telah berbuat sia-sia. Selain menekan kehilangan hasil melalui penggunaan alsintan diperoleh efisiensi dan lebih ekonomis. Dengan operator 4 orang mampu menyelesaikan panen 1 Ha dalam waktu rata-rata 3 jam pada lahan macak-macak, dan pada kondisi tanah kering dari pengalaman di lokasi Lombok Barat hanya butuh waktu 2 jam per Ha. Dari sisi biaya ada efisiensi sekitar Rp.1.7 juta per Ha, dengan rincian biaya panen saat ini di NTB mencapai Rp. 2,4 Juta dengan asumsi produktifitas 6 ton per Ha GKP dan biaya panen Rp.40.000 per kwintal. Sementara untuk operasional sekitar Rp. 700 ribu per Ha dengan rincian Rp. 400 ribu untuk biaya tenaga operator dan tim sebanyak empat orang dengan upah diatas standar harian yaitu Rp 100 ribu per orang, dan biaya bahan bakar sebanyak 22  liter per Ha.

Yang lebih penting lagi adalah perawatan alat agar umur penggunaan dan manfaat di masyarakat lebih lama, maka perlu manajemen yang bagus, untuk dikelola secara profisional, karena pemeliharaan rutin seperti oli dan suku cadang lainnya harus di perhitungkan secara teliti. Dari aspek sosial juga tidak kalah penting demi keberlanjutan alat ini, harus disosialisasikan kemasyarakat khususnya regu panen tentang tujuan, manfaat dan diadakannya alat panen tersebut, dan pemberdayaan tenaga setempat harus dilakukan untuk menghilangkan kecemburuan sosial.

Pertemuan ditutup dengan diskusi, dari beberapa diskusi banyak menekankan tentang perlunya bimbingan dari mekanik kepada operator, dan ketersediaan suku cadang demi keberlanjutan operasional alsintan combine harvester.   (Sumber : Sabar Untung).

Web Analytics