Berita

Workshop M-KRPL Dan Sinkronisasi Program KRPL 2013 Di Nusa Tenggara Barat

Pin It

Dalam rangka menyampaikan hasil-hasil yang dicapai dalam implementasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) tahun 2011/2012 dan mendapatkan masukan dari berbagai stakeholder guna pengembangannya di masa yang akan datang di Nusa Tenggara Barat, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB menyelenggarakan Workshop M-KRPL dan Sinkronisasi Program KRPL 2013 di NTB. Workshop berlangsung tanggal 19 – 20 Desember 2012 di Hotel Lombok Raya Mataram, dihadiri oleh 72 orang peserta dari unsur: Dinas/instansi terkait tingkat provinsi dan kabupaten/kota se NTB, DPRD NTB, PKK Provinsi dan kab/kota, Penanggung Jawab M-KRPL (LO) di 8 Kabupaten/Kota, Peneliti dan Penyuluh, serta Petugas Lapangan dan Ketua kelompok M-KRPL se NTB.

Workshop dibuka secara resmi oleh Penanggung Jawab M-KRPL Provinsi NTB Dr. Moh. Nazam atas nama Kepala BPTP NTB. Dalam sambutannya Nazam menyatakan bahwa masalah ketahanan pangan akan terus menjadi isu sentral dalam pembangunan pertanian mengingat permintaan pangan terus meningkat baik kuantitas maupun kualitas sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan. Pada sisi lain sumberdaya yang tersedia untuk memproduksi pangan semakin terbatas dan kondisi iklim yang semakin tidak menentu. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah melalui pemanfaatan pekarangan dengan model KRPL. Permasalahan yang dihadapi dalam implementasi M-KRPL antara lain kurangnya koordinasi dari berbagai stakeholder terkait serta masalah social budaya masyarakat. Oleh karena itu penyelenggaraan workshop M-KRPL dan sinkronisasi program KRPL 2013 ini memiliki misi strategis sebagai wahana evaluasi, sinergisme dan sinkronisasi program untuk mempercepat proses diseminasi dan eskalasi M-KRPL di masa yang akan datang. Sinergisme dan sinkronisasi program 2013 sangat diperlukan agar seluruh potensi dan energi yang tersedia dapat lebih difokuskan untuk membangun KRPL guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan rumah tangga.

Tiga makalah utama yang dibahas, yaitu: (1) Program M-KRPL dan Perkembangannya di NTB disampaikan oleh Dr. Moh. Nazam; (2) Program P2KP di Nusa Tenggara Barat dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB dan (3) Dukungan Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi NTB terhadap pengembangan KRPL di NTB. Hasil evaluasi M-KRPL 2011 dan 2012 terungkap bahwa hasil M-KRPL sebagian besar (62,5%) dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (konsumsi langsung) keluarga, 26,25% diberikan ke tetangga atau kerabat dan hanya 12,5% dapat dijual. Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar komoditas yang diusahakan merupakan komoditas yang dibutuhkan sehari-hari keluarga. Dengan demikian, implementasi M-KRPL mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga sehingga dapat menekan pengeluaran rumah tangga. Hasil penjualan meskipun dalam jumlah yang masih sedikit, namun hal ini merupakan tambahan pendapatan keluarga dan memiliki peluang untuk ditingkatkan. Keberhasilan tersebut telah mendorong motivasi berkembangnya KRPL dan RPL secara swadaya di NTB.

Dalam workshop tersebut telah disepakati bahwa program pemanfaatan pekarangan perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Sinkronisasi program hasil workshop ini perlu ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota terutama dalam penentuan lokasi dan bentuk dukungan Dinas/Instansi terkait. BPTP NTB dalam tahun 2013 merencanakan 20 unit M-KRPL di NTB atau masing-masing dua unit per kabupaten/kota. Sementara Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB merencanakan sebanyak 76 unit KRPL yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Sedangkan Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi NTB merencanakan bantuan bibit sayuran di Kota Mataram dan Kota Bima dan siap mendukung M-KRPL sesuai dengan program yang tersedia.  (Sumber : Moh. Nazam)

Web Analytics