Berita

Annual Meeting Kegiatan Kajian Kerjasama: Pengembangan Legume Pohon untuk Penggemukan Sapi

Pin It

Salah satu kegiatan pengkajian kerjasama antara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB dan NTT, Australia Centre for International Agricultural Research (ACIAR) Australia dan Universitas Mataram dengan judul ‘Improving cattle fattening system based on forage tree legume diets in Eastern Indonesia and Northern Australia’ tengah mengadakan pertemuan tahunan di Hotel Villa Queen Gili Terawangan. Pertemuan tahunan ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 20 sampai 23 Nopember 2012, dan diikuti oleh 19 orang peserta.  Kegiatan pengkajian kerjasama tiga lembaga penelitian lintas negara ini mengangkat penggunaan pakan legume pohon, dalam hal ini turi dan lamtoro untuk penggemukan sapi. Menurut Pimpinan umum project, Prof. Max Shelton, ada tiga tahap pemeliharaan sapi sebelum sampai di pasar, tahap pembibitan, pembesaran, dan penggemukan. Selanjutnya Shelton juga menyampaikan bahwa kegiatan pengkajian ini  menitik beratkan pada fase penggemukan karena belum banyak penelitian dilakuan di area ini. Lokasi kegiatan pengkajian berada di dua provinsi yaitu NTB (Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Barat), dan NTT (Kabupaten Kupang, Kupang Barat dan Sumba Timur).

Seperti disampaikan oleh ketua tim pengkaji dari Indonesia, Dr. Tanda Panjaitan, kegiatan pengkajian ini memiliki tujuan umum untuk meningkatkan pendapatan peternak di pedesaan melalui perbaikan manajemen pakan. Karena itu, tim ahli di kegiatan ini diperkuat oleh tim multidisipliner dari berbagai bidang ilmu meliputi produksi dan nutrisi ternak, kesehatan hewan, mikrobiologi,  komunikasi, dan ekonomi. Lebih lanjut Panjaitan memaparkan bahwa proyek ini memiliki tiga tujuan khusus. Tujuan khusus pertama adalah untuk mengidentifikasi kendala penyebar luasan penggunaan turi dan lamtoro sebagai pakan ternak sapi. Tujuan khusus kedua adalah untuk mengatasi masalah-masalah tehnis dari pengembangan legume pohon tersebut sebagai pakan ternak, antara lain masalah potensi pertumbuhan pohon legume, masalah keracunan sub-klinis lamtoro pada sapi yang ditandai dengan kerontokan bulu namun bisa pulih kembali, dan masalah kurangnya informasi mengenai system pemberian pakan berbasis legume pohon ini. Untuk mendukung kegiatan lapangan bekerja sama dengan kelompok tani, proyek juga didukung oleh peneliti lapang yang ditempatkan di masing-masing kabupaten.

Dalam pertemuan tahunan yang dilakukan dari jam 8 pagi hingga 6 sore tersebut dibahas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tahun sebelumnya. Terdapat enam focus area kegiatan yang mana masing-masing focus area memiliki kegiatan-kegiatan sebagai batu loncatan (milestones) untuk mencapai tujuan umum dan tujuan khusus kegiatan pengkajian. Enam focus area dalam kegiatan pengkajian ini adalah: (1) peningkatan kesadaran akan manfaat legume pohon dalam usaha ternak sapi, (2) uji penyesuaian dan percontohan system pengelolaan legume pohon, (3) peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan dan pemanfaatan legume pohon, (4) fasilitasi akses terhadap sarana dan jasa, (5) menggerakkan kegiatan kolektif petani, (6) dan menjalin kerjasama antar fihak terkait. Selain membahas capaian dan tantangan tehnis kegiatan pengkajian, dibahas juga capaian dan tantangan dan non teknis seperti proses interaksi antar fihak terkait dan perkembangan kelembagaan kelompok tani di lokasi pengkajian.  Kegiatan pertemuan tahunan ini juga merupakan ajang monitoring dan evaluasi performa dari semua anggota tim sebagai bahan untuk perbaikan di tahun mendatang. (Sumber : Nurul Hilmiati & Luhde Astiti).

Web Analytics