Berita

Pertemuan Koordinasi BPTP NTB dengan Bapelluh Kabupaten Lombok Barat

Pin It

Koordinasi merupakan salah satu faktor penting dalam pelaksanaan sebuah program. Pertemuan koordinasi BPTP NTB dengan Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapelluh) Kabupaten Lombok Barat (14/11/2012) terkait dengan pelaksanaan pendampingan SLPTT dan pengkajian yang dilaksanakan BPTP NTB di Kabupaten Lombok Barat telah berlangsung di Aula Bapelluh. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim BPTP NTB, Bapelluh Kabupaten Lombok Barat, Kepala UPT BPK dan UPTD Pertanakbun Kabupaten Lombok Barat serta koordinator penyuluh dari masing-masing kecamatan.

Kepala Bapelluh Kabupaten Lombok Barat, H. Moh. Najib, SE dalam pengantar diskusi menyampaikan tentang dukungan dan apresiasinya terhadap pendampingan dan pengkajian yang telah dilaksanakan oleh  BPTP di Kabupaten Lombok Barat dan melalui kesempatan tersebut diharapkan BPTP dapat memberikan rekomendasi teknologi yang spesifik lokasi, penggunaan pupuk dan obat-obatan untuk kegiatan usaha tani di Lombok Barat khususnya terkait dengan program Sekolah Lapang  Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL PTT).

BPTP NTB melalui L. Wirajaswadi, M.Ed selaku penanggung jawab SL PTT Padi di NTB menyampaikan tentang beberapa hasil pengkajian terkait dengan penerapan komponen teknologi PTT, Display Varietas Unggul Baru (VUB) dan demfarm PTT Padi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat.  Beberapa komponen teknologi yang telah diterapkan petani khususnya di Lombok Barat yang dinilai cukup baik adalah dari segi pengolahan tanah, penggunaan bahan organik, penggunaan benih bermutu, varietas unggul baru, pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit, sementara komponen teknologi lainnya yang perlu ditingkatkan adalah penggunaan bibit muda dan pengaturan populasi tanaman (jarak tanam teratur atau sistem jajar legowo). Dalam diskusi, lebih banyak ditanyakan tentang rekomendasi BPTP terkait pemupukan dan insektisida yang tepat bagi pertanaman, mengingat kondisi masing-masing kecamatan bahkan desa, berbeda dari segi kesuburan tanahnya, serta upaya penanganan terhadap tanah bermasalah secara teknis seperti kandungan PH tanah yang rendah atau tinggi.  (Sumber : Hiryana Windiyani).

Web Analytics