Berita

Temu Lapang Demplot PTT Jagung Di Gerung, Lombok Barat

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) sebagai salah satu institusi Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berperan sebagai penyedia teknologi pertanian khususnya di Nusa Tenggara Barat telah melaksanakan kegiatan Temu Lapang Demplot PTTJagung dalam mendukung kegiatan pendampingan SL-PTT Jagung di Nusa Tenggara Barat, yang dilaksanakan pada tanggal 9 November 2012, di Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, dengan gelar demonstrasi plot Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung yang terdiri dari varietas Bima 2, Bima 3, Bima 4 dan Bima 5.

Komponen teknologi yang diterapkan meliputi  penggunaan benih bermutu, varietas unggul baru hibrida, jarak tanam teratur  70 x  40 cm, pemanfaatan bahan organik sebagai penutup lubang tanam, dan  pemupukan sesuai dengan dosis anjuran. Dari hasil ubinan diperoleh provitas Jagung varietas Bima 2 (10, 68 t/ha), Bima 3 (10,36 t/ha), Bima 4 (10,25 t/ha) dan Bima 5 ( 8,76 t/ha) pipilan kering.

Temu lapang tersebut dihadiri oleh unsur BPTP NTB, Dinas Pertanian TPH Provinsi NTB, Bakorluh Provinsi NTB, Dinas Pertanakbun Kabupaten Lombok Barat, Bapeluh Kabupaten Lombok Barat, UPT BPK dan UPTD Dinas Pertanakbun Kecamatan Gerung. Kegiatan temu lapang ini dimulai dengan kunjungan lapang untuk melihat keragaan jagung varietas unggul baru yang diperkenalkan dan petani diminta untuk menilai keragaan masing – masing tanaman dengan kuisioner  yang telah disiapkan. Acara dilanjutkan dengan sambutan – sambutan dari Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS, dan Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi NTB Ir. H. Abdul Maad, MM, dilanjutkan dengan diskusi dari peserta temu lapang serta dilanjutkan panen jagung secara simbolis oleh kepala BPTP NTB, Kepala Dinas PertanianTPH Provinsi NTB, Bakorluh NTB, Dinas Pertanakbun, dan Bapeluh Kabupaten Lombok Barat. Dalam sambutannya, kepala BPTP NTB menyampaikan tentang potensi pengembangan perbenihan jagung hibrida dan komposit  di NTB dengan penerapan teknologi yang tepat sehingga produktivitas yang tinggi dapat tercapai ditingkat petani, sementara Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi NTB dalam sambutannya lebih menekankan pada upaya pemecahan masalah terkait pemasaran jagung yang telah dihasilkan untuk mendukung program PIJAR (saPI, JAgung, Rumput laut) dengan adanya investor yang berperan pada pengembangan jagung.  Kepala Dinas Pertanakbun melalui Kabid Pertanian H. Suhaili menyampaikan beberapa upaya untuk mensuplai ketersediaan pengairan bagi lahan pertanian di Kabupaten Lombok Barat telah disepakati kontrak kerja dengan instansi terkait, sehingga peran masing- masing P3A sangat diperlukan untuk memantau intensitas penggunaan air.

Beberapa petani dalam temu wicara menyampaikan masalah berkaitan dengan pengaturan air, bantuan sarana dan prasarana, harga dan peran Pemerintah dalam upaya menyangga harga jual jagung, keunggulan jagung hibrida dan komposit, dan lain-lain.  (Sumber : Hiryana Windiyani dan Farida Sukmawati M)

Web Analytics