Berita

Workshop Sosialisasi Hasil-Hasil Litkaji BPTP

Pin It

Workshop sosialisasi hasil-hasil litkaji BPTP Nusa Tenggara Barat dilaksanakan di tingkat Provinsi NTB dan kabupaten dengan menghadirkan para stakeholder dilaksanakan melalui program FEATI. Stakeholder tingkat provinsi dan kabupaten yang diundang antara lain : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Bappeda, DPRD, Pengusaha, Bank (Bank BRI dan Bank NTB), Kios Saprodi, APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima), PT. Bisi, PT. Pertani dan PT. SHS (Sang Hyang Sri), Koordinator PPL, Penyuluh Lapangan dan UP-FMA dengan jumlah sebanyak 103 orang. Workshop ini bertujuan  : a). Mendiseminasikan hasil-hasil litkaji BPTP dan Badan Litbang Pertanian kepada stakeholder, tim penyuluh lapangan dan UP-FMA lokasi FEATI, dan b). Mendapatkan umpan balik hasil-hasil litkaji BPTP dan Badan Litbang Pertanian dari stakeholder, tim penyuluh lapangan dan UP-FMA lokasi FEATI. Acara dibuka oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS dalam arahannya menyatakan bahwa acara ini sangat penting untuk disampaikan karena dengan demikian para stakeholder dapat mengetahui secara langsung hasil-hasil litkaji BPTP NTB yang telah dilakukan oleh para peneliti dan penyuluh. Hasil-hasil dari kegiatan litkaji tersebut nantinya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program yang ada di instansinya. Pada acara workshop kali ini disampaikan beberapa materi oleh para peneliti dan penyuluh antara lain : perbenihan jagung komposit, perbenihan kedelai, budiaya ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak Bogor), M-KRPL (Model Kawasan Rumah Pangan Lestari), M-P3EI (Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi), SPTLKIK (Sistem Pertanian Terpadu Lahan Kering Iklim Kering), Pendampingan PSDSK (Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau), dan PHSL (Pemupukan Hara Spesifik Lokasi) padi sawah. Selain itu juga disampaikan materi dari BBP2TP (Balai Besar Pengembangan dan Pengkajian Teknologi Pertanian) Bogor dengan materi Advokasi dan Exit Strategi serta perwakilan dari Asosiasi Petani Padi Kabupaten Lombok Barat.  Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan dukungan terhadap program PIJAR (SAPI, JAGUNG, RUMPUTLAUT) di NTB dan telah dilakukan selain di Pulau Lombok juga juga  di Pulau Sumbawa.

Apresiasi dan dukungan diberikan oleh para stakeholder, bahwa kegiatan-kegiatan tersebut sangat bagus dan  positif, akan ditindaklanjuti serta dikembangkan di wilayah NTB sesuai dengan agroekosistem setempat. Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat juga menyambut dengan baik, dan menghimbau agar para petani yang bergerak di bidang  penangkaran padi bila akan memperluas usahanya (scaling up) diminta untuk membuat proposal kegiatan dan dapat diajukan sebelum bulan Maret sehingga dapat dimasukkan dalam musrenbangda. BPSB juga akan memfasilitasi dan melakukan bimbingan lapangan dalam sistem produksi dan penanganan pasca panen. Dalam sistem produksi bersama-sama dengan BPTP melaksanakan bimbingan langsung dilapangan. Selama kegiatan berlangsung (masa pertumbuhan) BPSB melakukan kunjungan lapang dan mengadakan pengawasan mutu serta penilaian kelayakan untuk proses selanjutnya. Sementara dalam penanganan pasca panen akan memfasilitasi pengujian laboratorium dan sertifikasi benih/pengesahan label.

Kegiatan workshop berlangsung selama tiga hari, 29-31 Oktober 2012, masing-masing untuk sosialisasi di tingkat Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat. (Sudarto).

Web Analytics