Berita

Temu Lapang Demplot PTT Kedelai di Desa Rumak Kecamatan Kediri

Pin It

Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang mendapatkan prioritas untuk swasembada pada tahun 2014. Oleh karena itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) berupaya untuk mensukseskan program tersebut  melalui peran BPTP sebagai penyedia teknologi bagi petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Demplot PTT Kedelai yang telah dilaksanakan pada tgl 10 Oktober 2012 di Desa Rumak Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, melibatkan peran serta petani dari kelompok tani Sumber Makmur dengan luas area demplot 1,0 hektar. Penanaman telah dilaksanakan pada bulan Juli 2012 dengan menerapkan komponen PTT yaitu penggunaan benih bermutu, varietas unggul baru, dan jarak tanam 40 x 15 cm. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan kedelai varietas Anjasmoro yaitu 2,5 t/ha dan Grobogan 2,1 t/ha.

Temu lapang ini dihadiri oleh sekitar 80 orang peserta yang terdiri dari unsur BPTP NTB, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi NTB, Balitkabi Malang, Dinas Pertanakbun Kabupaten Lombok Barat, Bapelluh  Lombok Barat, Balai Penyuluhan Kecamatan Kediri, Gerung dan Kuripan, PT. Bina Guna Kimia, PT Pertani dan anggota kelompok tani serta beberapa perwakilan kelompok tani di desa sekitar.

Dalam sambutannya Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS selaku kepala BPTP NTB mengharapkan agar petani dapat menerapkan teknologi yang ada, sehingga hasil yang diperoleh melalui demplot ini juga dapat diperoleh petani di tempat lain. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Ir. H. Abdul Maad, MM menekankan tentang pentingnya Sekolah Lapang Pertanian Pengolalaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) sebagai sebuah program strategis untuk mendukung tercapainya swasembada kedelai pada tahun 2014 mendatang.

Sebelum acara diskusi, dilakukan panen kedelai varietas Anjasmoro dan peninjauan ke lokasi-lokasi penanaman kedelai, termasuk lokasi Uji Multilokasi 10 galur kedelai yang dilaksanakan oleh Balitkabi Malang.

Dalam diskusi temu lapang ini, petani mengharapkan bantuan pemerintah terkait rendahnya harga kedelai yang menyebabkan kerugian bagi petani, kondisi air yang terbatas dan upaya menjaga kualitas hasil panen pada musim hujan. Setiap permasalahan yang dikemukakan tersebut diharapkan dapat terselesaikan dengan bantuan semua pihak yang terkait. Demikian pula halnya dengan swasembada kedelai pada tahun 2014 akan dapat tercapai dengan dukungan semua pihak yang terkait. (Sumber : Hiryana Windiyani dan Farida Sukmawati M).

Web Analytics