Berita

Kunjungan Kepala Badan Litbang Pertanian ke lokasi M-KRPL KWT Anggrek Ungu di Kota Mataram

Pin It

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono pada Jum’at, 5 Oktober 2012  menyempatkan diri mengunjungi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) Anggrek Ungu, Lingkungan Mapak Belatung, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Kepala Badan Litbang Pertanian berada di Mataram dalam rangka menghadiri Pertemuan ke-3 Menteri-menteri Pertanian Negara-Negara Anggota D-8 yang berlangsung tanggal 3-5 Oktober 2012 di Kawasan Senggigi Mataram.

Kepala Badan Litbang Pertanian yang didampingi Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr. Hasil Sembiring, Prof. Dr. Suyamto dari Forum Komunikasi Professor Riset dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB Dr. Dwi Praptomo S,  meninjau Kebun Bibit Desa (KBD) dan pemanfaatan pekarangan rumah beberapa anggota KWT. Kepala Badan menanyakan tentang manfaat yang dirasakan setelah mengikuti program M-KRPL. Salah seorang ibu rumah tangga anggota KWT Anggrek Ungu menjelaskan bahwa banyak manfaat yang dapat diperoleh setelah mengikuti program M-KRPL. Manfaat yang paling dirasakan adalah dalam hal pemenuhan kebutuhan rumah-tangga sehari-hari, terutama sayuran dan bumbu masak yang selalu tersedia di sekitar rumah, sehingga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Ditanya apakah hanya untuk konsumsi sendiri atau sebagian ada yang dijual?. Hasil pekarangan sebagian besar untuk konsumsi sendiri, dan ada beberapa anggota yang sudah menjual hasilnya. Inaq Murti yang memiliki pekarangan cukup luas (sekitar 200 m2), sejak awal telah menjual hasil pekarangannya berupa sawi, terong, tomat, dan lain-lain. Sebelum mengikuti program M-KRPL, lahan tersebut adalah lahan tidur yang tidak dimanfaatkan.

Yang menarik perhatian Kepala Badan bahwa hampir di setiap pekarangan terdapat  tanaman komak (koro). Komak adalah salah satu jenis sayuran kesukaan masyarakat Lombok. Buah mudanya dapat diolah menjadi pecel, yang agak tua dimasak cengeh (sayur santan) atau sayur asam, dan biji yang sudah kering dapat dimasak bumbu pelecing. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan kering, sehingga banyak ditanam di pematang sawah maupun di pekarangan rumah.

KWT Anggrek Ungu terbentuk tahun 2008, pada awalnya bergerak dibidang pengolahan hasil pangan, tetapi kegiatan pengolahan pangan tidak berjalan lancar. Pada awal Maret 2012 KWT Anggrek Ungu diikutkan dalam program M-KRPL di bawah bimbingan BPTP NTB. Dalam waktu relatif singkat M-KRPL yang dilaksanakan oleh KWT yang beranggotakan 20 orang ini telah menampakkan hasil yang cukup baik bahkan telah diikuti oleh beberapa rumah tangga di sekitarnya. Jenis tanaman yang dominan adalah cabai, terong, tomat, sawi, selada, bayam, mentimun, komak.  Sedangkan jenis ternak adalah ayam kampung, ayam arab dan ayam petelur.

Selama berada di lokasi M-KRPL, Kepala Badan dipandu oleh penanggung jawab M-KRPL NTB Dr. Moh. Nazam dan PPL Jempong Baru Zulkarnaen, SP. Pada akhir kunjungannya Kepala Badan meminta Kepala BPTP NTB dan berbagai pihak agar terus meningkatkan pembinaan dan pengembangan M-KRPL di NTB. (Sumber : Moh. Nazam).

Web Analytics