Berita

Panen Perdana Kentang Untuk MT. Th. 2012 dan Sosialisasi Program Percepatan Sistem Produksi Benih Kentang Bermutu di Dataran Tinggi Sembalun

Pin It

Problem utama agribisnis kentang di Indonesia adalah "ketersediaan benih bermutu", diperkirakan kebutuhan benih kentang nasional sebesar 99.000 ton per tahun termasuk kebutuhan benih untuk wilayah Sembalun sebesar 500 ton/tahun.  Selama ini  rata-rata benih kentang bermutu (hasil sertifikasi dan benih impor) yang dipergunakan di seluruh wilayah pengembangan kentang di Indonesia  baru berkisar 10-15% atau setara 14.850 ton, sisanya petani menggunakan benih yang mutunya sangat kurang.  Kondisi ini terjadi akibat ketidak teraturan pasokan dan harga benih kentang masih mahal.  Berkaitan dengan hal tersebut bersamaan dengan acara panen perdana kentang untuk MT. Th. 2012,  BALITSA (Balai Penelitian Sayuran) dan BPTP NTB mengadakan Sosialisasi Program Percepatan Sistem Produksi Benih Kentang Bermutu di Sembalun Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 3 Oktober 2012.

Acara yang dihadiri oleh Kepala BPTP NTB dan para peneliti  BPTP NTB dan Balai Penelitian Sayuran (Dr. Eri Sofiari), Bupati Lombok Timur  serta segenap  stake holders agribisnis kentang (petani, penyuluh, Indofood, Ditjen Hortikultura,  Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, BBI Hortikultura dan Tanaman Pangan Provinsi NTB, beberapa utusan dari perusahaan pupuk dan pestisida antara lain dari PT. Pusri, PT. Kaltim, PT. Syngenta,  dll, serta pihak perbankan/BRI) berlangsung lancar dan meriah.

Dalam  beberapa diskusi dapat disimpulkan bahwa :

  1. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa),  Badan Litbang Pertanian  mengemban misi untuk memfasilitasi teknologi dalam upaya swasembada  benih kentang di seluruh sentra produksi kentang termasuk di wilayah Sembalun.
  2. Bentuk fasilitasi tersebut di NTB adalah  dikonkritkan dalam rangkaian penelitian  oleh Balitsa dan BPTP NTB  tentang perbenihan kentang dalam upaya inisiasi mewujudkan BPTP NTB sebagai unit pengelola benih sumber (UPBS) kentang bermutu yang akan mendistribusikan Benih kentang kelas G-0 di beberapa penangkar kentang untuk wilayah NTB dan daerah sekitarnya.
  3. Beberapa opsi teknologi akan dicobakan untuk mencari kesesuaian dan efisiensi usaha dilihat dari aspek kesesuaian, ketrampilan yang dapat diterima  dan respon penangkar setempat.
  4. PT. Indofood sebagai mitra satu-satunya  dalam hal pemasaran  kentang varietas Atlantik produksi petani di Sembalun menyambut baik upaya Badan Litbang Pertanian, karena  tujuan penelitian tersebut akan meringankan beberapa pihak khususnya petani kentang dan tentu dapat menekan biaya usahatani kentang.
  5. Pemda dan Ditjen Hortikultura sangat mendukung kegiatan tersebut dan secara bertahap tentu akan membantu dan memfasilitasi  infrastruktur yang diperlukan untuk agribisnis kentang di Sembalun.

Sebelum acara ditutup dilakukan diskusi intensif antara Balitsa, Kepala  BPTP NTB dan para peneliti,  perwakilan kelompok tani kentang, PT Indofood bersama  Bupati Lombok Timur. (Sumber : Muji Rahayu)

Web Analytics