Berita

Pengendalian Hama Bawang Merah di Gerung, Lombok Barat

Pin It

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang sudah sejak lama diusahakan oleh petani secara intensif. Karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi maka budidaya bawang merah menyebar di hampir setiap provinsi di Indonesia. Meskipun minat petani terhadap bawang merah cukup kuat, dalam kegiatan budidaya bawang merah masih ditemui berbagai kendala, salah satunya adalah hama. Hama yang paling sering ditemui pada bawang merah adalah hama ulat bawang (Spodoptera exigua atau Spodoptera litura).

Dalam kesempatan kunjungan lapang ke kecamatan Gerung, Tim BPTP melakukan pembinaan kepada petani bawang merah dalam mengenali tanaman yang terkena ulat bawang. Seperti yang disampaikan tim BPTP yang diketuai oleh Ir. Sudarto (Tim FEATI) kepada Petani, serangan hama ulat bawang ditandai dengan bercak putih transparan pada daun. Dalam batang daun bawang merah yang terkena bercak putih tersebut ditemukan kelompok telur ulat yang dilapisi benang-benang putih seperti kapas.

Pengendalian hama ulat bawang dapat dilakukan dengan: mengumpulkan telur dan ulat lalu dimusnahkan atau  memasang perangkap ngengat (feromone) 10-12 buah / hektar. Namun jika intensitas kerusakan daun lebih besar atau sama dengan 5% per rumpun atau telah ditemukan 1 paket telur / 10 tanaman pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan  insektisida efektif.

Tim BPTP menyarankan kepada petani bawang di desa Beleke kecamatan Gerung yang mendapat kunjungan lapang untuk melakukan penyemprotan insektisida karena selain perangkat ngengat (feromone) yang dibuat petani agak salah prosedur, intensitas kerusakan daun juga cukup besar.

Pada kesempatan tersebut, tim BPTP juga mengingatkan petani bahwa bawang merah tidak menghendaki banyak hujan karena umbi dari bawang merah mudah busuk, akan tetapi dalam masa pertumbuhannya tanaman bawang merah tetap membutuhkan air yang cukup. Oleh karena itu, lahan tanam bawang merah perlu penyiraman secara intensif apalagi jika penanaman bawang merah terletak di sawah dan waktu tanam paska panen padi atau memasuki musim kemarau. Pada musim kemarau, tanaman bawang merah memerlukan penyiraman paling tidak satu kali sehari sejak masa tanam sampai menjelang panen.

Jika proses budidaya bawang merah dan pengendalian hama bawang merah sesuai dengan rekomendasi teknologi BPTP maka petani bawang merah di desa Beleke diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas dari yang semula hanya 10 ton/hektar dapat mendekati angka ideal yaitu  15-20 ton/hektar. (Sumber : Yukoningsih Suciandari SE)

Web Analytics