Berita

Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Salah Satu Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian

Pin It

Limbah pertanian sangat banyak dijumpai disekitar kita dan seringkali tidak termanfaatkan secara baik oleh petani. Limbah pertanian yang tersedia melimpah tersebut meliputi jerami, seresah tanaman dan kotoran ternak. Peran limbah pertanian dalam memperbaiki kondisi kesuburan tanah kurang dapat dirasakan petani secara langsung karena proses yang harus dilalui cukup rumit bagi petani. Sehingga dalam praktek usaha tani yang berkembang, petani lebih senang menggunakan pupuk kimia dari pada memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia karena mudah didapat, praktis penggunaannya serta pengaruhnya langsung terlihat pada pertumbuhan vegetatif tanaman.

Pada sisi lain, jerami padi merupakan sumber C-Organik bagi tanah dan sumber hara tanaman yang secara berkala selalu tersedia. Setiap panen dihasilkan rata-rata 1,5 kali produksi gabah. Oleh karena itu pengembalian jerami perlu dilakukan oleh para petani di setiap lahan sawah pada setiap musim tanam.

Dengan demikian secara tidak sadar para petani menerapkan pengelolaan hara terpadu bagi lahan sawahnya. Pengelolaan hara terpadu mensyaratkan penggunaan pupuk organik dan anorganik secara proporsional sebagai hara tanaman. Secara kuantitatif, kandungan hara pupuk organik relatife rendah, namun keunggulan lain dari pupuk organik dapat memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah serta dapat meningkatkan efisiensi pemupukan. Pupuk organik mengandung hampir semua hara esensial sehingga disamping dapat mensuplai hara makro dalam jumlah kecil juga dapat menyediakan unsur mikro. Dengan demikian pemanfaatan pupuk organik dapat mencegah kekahatan unsur mikro pada tanah yang telah diusahakan secara intensif akibat pemupukan yang kurang berimbang., (Balit Tanah, 2010).

Pada musim tanam ini (MT I / 2012) telah dilakukan penelitian oleh  Balai Penelitian Tanah bekerjasama dengan BPTP NTB dengan UPT Balai Penyuluhan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia dilingkungan sekitarnya. Penelitian ini meliputi 12 perlakuan yang terdiri dari pengunaan jerami segar, jerami dikomposkan, jerami dikomposkan insitu, jerami dibakar dan pupuk kandang. Secara umum, dari hasil penelitian yang telah dilakukan produktivitas pertanian yang memanfaatkan limbah pertanian dapat mencapai 6 – 7 ton/ha dibandingkan dengan menggunakan pupuk an organik yang mencapai 5 ton/ha. (Sumber : Hiryana Windiyani).

Web Analytics