Berita

Kreativitas KWT “Anggrek Ungu” Dalam Pemanfaatan Pekarangan Di Perkotaan

Pin It

Semangat anggota KWT “Anggrek Ungu” Kelurahan Mapak Belatung Kec. Sekarbela Kota Mataram dalam membangun Model Kawasan Rumah Pangan Lestari  (M-KRPL)  dibawah bimbingan BPTP NTB patut diacungi jempol. Setiap anggota berpartisipasi aktif dalam mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan mereka, bahkan mereka saling berlomba menata pekarangan  agar tanaman tumbuh baik dan optimal.

Kepemilikan lahan pekarangan yang sempit  (<120 m2), tidak menyurutkan semangat anggota KWT tersebut untuk memanfaatkan pekarangan mereka. Menurut sekretaris KWT “Anggrek Ungu” Hj. Husnul Khatimah, para anggota bertekad mengembangan M-KRPL di Mapak Belatung (sebagai satu-satunya  M-KRPL di perkotaan) agar tidak kalah dengan lokasi M-KRPL lain di wilayah pedesaan yang pekarangannya relatif lebih luas.

Kreatifitas anggota KWT terlihat dari cara penataan tanaman, tidak hanya memanfatkan halaman depan  yang lebih luas, tetapi juga halaman samping, dan halaman belakang. Tanaman tidak hanya langsung ditanam di tanah tapi dipolybag dan pot sehingga lebih rapi dan menarik. Untuk Rumah Tangga yang memiliki lahan “sangat” sempit, mereka menempatkan tanaman di polybag lalu ditata di pinggir jalan dengan dipagari jaring untuk menghindari  gangguan hewan seperti ayam dan itik.

Selain memberikan manfaat sebagai sumber pangan dan gizi, M-KRPL juga memberikan manfaat berupa penambahan pendapatan dari penjualan hasil tanaman. Pada sisi yang lain suasana lingkungan di sekitar rumah menjadi lebih asri, sejuk dan segar. Meningkatnya jumlah tanaman akan menurunkan carbon dioksida (CO2) karena terserap oleh tanaman pada aktivitas fotosintesis.

M-KRPL Anggrek Ungu  juga menerapkan integrasi tanaman-ternak. Selama ini wilayah Mapak Belatung terkenal sebagai penghasil telur ayam, sehingga kotoran ternak (ayam dan itik) dapat dimanfaatkan menjadi kompos yang sangat baik sebagai pupuk bagi tanaman di pekarangan,  sehingga terjadi daur ulang energi di pekarangan. Selain tidak menimbulkan pencemaran juga menurunkan biaya pemeliharaan tanaman serta dapat menghasilkan produk tanaman organik.  (Sumber : Eni F.)

Web Analytics