Berita

Panen Dan Temu Lapang Kegiatan Kajian Teknologi Produksi Jagung Dan Biomas Mendukung Program Swasembada Daging Sapi Dan Kerbau (PSDS–K) Di Lombok Timur

Pin It

Kegiatan panen dan temu lapang kegiatan kajian teknologi produksi jagung dan biomas mendukung Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDS-K) dilakukan pada tgl 19 Juli 2012 di Dusun Bila Kembar Desa Suela, Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Acara panen jagung dan temu lapang tersebut dihadiri oleh Instansi terkait kabupaten Lombok Timur.  Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS dalam sambutannya menyampaikan melalui kegiatan ini petani dan peternak dapat belajar dan memilih secara bijak varietas jagung yang sesuai dengan kebutuhan petani baik sebagai pakan dan atau pangan. Lebih lanjut Kepala BPTP menghimbau para peternak untuk membuat kandang kumpul sebagai wadah pengelolaan ternak secara terpadu sehingga selain ternak para peternak dapat melakukan pengolahan limbah ternak baik sebagai pupuk kandang maupun biogas. Teknologi biogas sendiri merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah tingginya harga bahan bakar minyak.

Kegiatan kajian teknologi produksi jagung dan biomas merupakan kegiatan yang bersinergi antar pertanian dan peternakan. Teknologi yang dikenalkan oleh BPTP NTB adalah Tejapapan (tanam jagung untuk pakan dan pangan). Tujuan dari kegiatan pengkajian ini adalah memperoleh produksi jagung berupa pipilan dan biomas jagung sebagai pakan ternak. Guna memenuhi tujuan tersebut maka teknik budidaya jagung yang dilakukan sedikit berbeda dengan teknik budidaya yang umumnya dilakukan oleh petani yaitu jumlah benih yang digunakan adalah 5 biji benih/ lubang tanam dengan 4 kali panen biomas selama pertumbuhan tanaman jagung. Kegiatan ini juga merupakan wadah pengenalan  penggunaan jagung komposit (bersari bebas) ke petani guna memecahkan masalah tingginya harga benih jagung hibrida.

Acara panen tongkol jagung diikuti oleh BP4K Kabupaten Lombok Timur, BP3K, Dinas Pertanian. Hasil ubinan varietas jagung yang telah dipanen antara lain Srikandi Kuning mencapai 5,07 ton/ha, Lamuru 6,02 ton/ha dan Bima-3 7,14 ton/ha. Selama panen 4 kali panen biomas jagung varietas Srikandi Kuning memiliki produktifitas biomas tertinggi yaitu 6,08 ton/ha yang mampu mencukupi kebutuhan pakan sapi 9 ekor sapi/ bulan.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengatasi masalah pakan ternak terutaman di sentra-sentra peternakan sapi di Nusa Tenggara Barat sebagai zona pengembangan peternakan di Indonesia sehingga dapat mewujudkan program swasembada daging sapi dan kerbau.  (Sumber : Nurul Agustini dan Eka Widiastuti)

Web Analytics