Berita

Temu Lapang Kegiatan Kajian Teknologi Produksi Jagung Dan Biomas Mendukung PSDS-K Di Desa Jorok Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa

Pin It

Dalam rangka mendukung program swasembada daging sapi  dan peningkatan pendapatan petani  di Nusa Tenggara Barat, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat pada tanggal 17 Juli 2012, melakukan kegiatan Panen dan Temu Lapang Kajian Produksi Biomas dari Beberapa Varietas Jagung dengan Teknologi Penanaman Jagung Pakan – Pangan atau yang disingkat TEJAPAPAN. Varietas yang ditanam adalah : Bima 3, Bisi 16, Srikandi Kuning dan Lamuru. Varietas Bima3 dan Bisi 16 adalah jagung Hibrida sedangkan Srikandi Kuning dan Lamuru adalah Jagung Komposit atau jagung yang bersari bebas yang dapat dijadikan bibit untuk ditanam beberapa kali lagi.

Tujuan dilakukan kegiatan temu lapang adalah untuk mensosialisasikan teknologi penanaman jagung pakan – pangan kepada pengguna atau stake holder dengan harapan dapat diadopsi oleh para petani.

Kegiatan temu lapang tersebut dihadiri oleh : Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS, peneliti dan penyuluh BPTP NTB, Kepala  Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sumbawa, BPP Kecamatan Utan, Penyuluh Pertanian se Kecamatan Utan dan Kelmpok Tani.

Kegiatan yang dilakukan dalam temu lapang tersebut adalah :

  • Penyampaian Laporan oleh penanggung jawab kegiatan
  • Panen jagung oleh Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sumbawa. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara oleh TVRI kepada Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan mengenai prospek keberlanjutan kegiatan yang dilakukan dan tanggapan Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bapeluh tentang kegiatan yang dilakukan dan kebijakan yang akan diambil untuk mendukung keberlanjuan program tersebut.
  • Sambutan oleh Kepala BPTP NTB yang berkaitan dengan kegiatan kajian teknologi penanaman jagung pakan-pangan (TEJAPAPAN) dalam mendukung PSDS-K di Nusa Tenggara Barat. Kemudian dilanjutkan dengan Temu Wicara dengan peserta yang hadir dalam kegiatan temu lapang tersebut. Yang menjadi nara sumber dalam temu wicara tersebut adalah Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Badan Penyuluh dan Peneliti dari BPTP NTB.
  • Setelah itu kegiatan ditutup dengan DOA.

(Sumber : Kaharudin)

Web Analytics