Berita

Panen Dan Temu Lapang Perbenihan Padi Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) Berbasis Usaha Agribisnis Pertanian Di Nusa Tenggara Barat

Pin It

Panen dan Temu Lapang Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) Berbasis Usaha Agribisnis Pertanian dilaksanakan pada tanggal 04 Juli 2012 di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah. Acara panen padi dan temu lapang MP3MI tersebut dihadiri oleh Dinas dan Instansi terkait kabupaten Lombok Tengah sebagai bagian dari proses desiminasi inovasi teknologi. Dalam sambutannya Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS menekankan bahwa kegiatan agribisnis pertanian dalam MP3MI di desa Setanggor dan Tanak Rarang basisnya adalah inovasi.

Lebih lanjut Kepala BPTP menjelaskan bahwa inovasi meliputi: inovasi komoditas, inovasi kelembagaan dan inovasi agribisnis. Ketiga inovasi tersebut saling terkait dalam upaya peningkatan produksi komoditas untuk meningkatkan nilai tambah bagi anggota kelompok tani.  Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) di Desa Setanggor dan Tanak Rarang merupakan unit percontohan skala pengembangan berwawasan agribisnis terpadu. Titik ungkit dari agribisnis perdesaan melalui kegiatan MP3MI adalah berbasis inovasi. Hendaknya model ini dapat dikembangkan secara luas oleh pemerintah daerah dan perusahaan swasta sebagai pelaku agribisnis perbenihan tanaman pangan (padi, jagung dan kedelai).

Acara panen demplot perbenihan padi diikuti oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah dan BP4K Lombok Tengah. Hasil ubinan varietas Inpari 3 mencapai 8,05 t/ha GKP, Inpari 10 mencapai 6,2 t/ha GKP, dan Situbagendit 6,7 t/ha. Produktivitas ketiga varietas tersebut masih tergolong rendah yang disebabkan serangan hama penggerek batang dan kresek pada saat menjelang pembungaan.

Kegiatan MP3MI di desa Setanggor dan Tanak Rarang telah bersinergi dan terintegrasi dengan program PUAP, Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) dari perusahaan BUMN (PT SHS) serta perusahaan swasta lainnya dalam industri perbenihan padi, jagung dan kedelai. Antara MP3MI dengan program pembangunan tersebut saling berintegrasi dan bekerjasama untuk memperkuat kegiatan industri perbenihan tanaman pangan sehingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi perdesaan yang bergerak meluas dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian wilayah Nusa Tenggara Barat. Diharapkan peran pemerintah daerah memperkuat, menyebarluaskan dan melestarikan model ini dengan bersinergi dengan program pembangunan ekonomi  lainnya dalam mendukung pembangunan ekonomi perdesaan.  (Sumber : Yohanes G. Bulu dan prisdiminggo)

Web Analytics