Berita

Kerjasama BPTP NTB Dengan PT. Petrosida, Lakukan Pengawalan Aplikasi Pestisida Di Batu Kliang Utara, Lombok Tengah

Pin It

Salah satu wujud dukungan terhadap berbagai upaya peningkatan produksi pangan, BPTP NTB yang sebelumnya telah melakukan kerjasama dengan PT. Petrokimia Gresik sebagai salah satu BUMN produsen pupuk bersubsidi di Indonesia, menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh PT. Petrosida. PT. Petrosida merupakan anak perusahaan PT. Petrokimia Gresik yang telah berdiri sejak tahun 1986 dan khusus bergerak di bidang pestisida.

Saat ini petani masih menerapkan aplikasi pestisida yang tidak tepat dan berlebihan sehingga  menyebabkan kerusakan tanah dan ekosistem, selain itu aplikasi pestisida yang tidak tepat dan berlebihan akan meningkatkan biaya usaha tani yang berarti menurunkan pendapatan petani. Keadaan ini mendorong BPTP NTB menerima tawaran kerjasama dari PT. Petrosida dengan melakukan kegiatan pengawalan aplikasi pestisida melalui demonstrasi plot (demplot).

Kegiatan aplikasi pestisida dilakukan pada tanggal 13 Juni 2012 bertempat di lahan tanaman padi milik pak Yunar salah satu penangkar binaan UPBS BPTP NTB di Desa Mas Mas Kecamatan Batu Kliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Areal ini selanjutnya dipilih sebagai salah satu demplot aplikasi pestisida oleh PT. Petrosida. Metode demplot dipilih oleh BPTP NTB dan PT. Petrosida sebagai media transfer pengetahuan dan teknologi yang paling efektif karena di demplot petani dapat belajar secara langsung dengan ikut melakukan dan merasakan manfaat dari penerapan teknologi yang diterapkan. Selain itu media demplot dipilih agar BPTP NTB bersama PT. Petrosida dapat melakukan pengawalan terhadap aplikasi pestisida secara teratur dan kontinyu. Demplot kerjasama BPTP NTB dan PT. Petrosida di Desa Mas Mas tersebut sebelumnya merupakan demplot kerjasama BPTP NTB dengan PT. Petrokimia Gresik dalam aplikasi pemupukan. Demplot tersebut ditanami 4 (empat) varietas padi yaitu Mekongga, Situ Bagendit, Ciliwung dan Ketan Lusi masing-masing seluas 0,25 ha, 0,45 ha,  0,34 ha, dan 0,60 ha. Pada pengamatan lapang bersama oleh BPTP NTB dan PT. Petrosida pada lahan demplot mulai terserang hama penggerek batang dan walang sangit sehingga pestisida yang digunakan adalah pestisida dengan kandungan bahan aktif Dimehipo, MPC dan Imidakloprid.

Petani penangkar menyambut baik pelaksanaan pengawalan pestisida oleh BPTP NTB dan PT. Petrosida karena mereka memperoleh pengetahuan baru dan dapat belajar mengaplikasikan penggunaan pestisida secara tepat baik jenis maupun takarannya (dosis). Harapannya, pada  masa mendatang dengan pelaksanaan demplot kerjasama BPTP NTB dan PT. Petrosida ini, petani dapat mulai belajar arif terhadap diri sendiri dan lingkunggannya.   (Sumber : Eka Widiastuti)

Web Analytics