Berita

MKRPL Hadir Di Kelompok Pakis Indah Desa Rempe Kabupaten Sumbawa Barat

Pin It

Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat merupakan kabupaten ke enam dari delapan kabupaten pelaksanaan kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) di NTB. Sebagai langkah awal, telah dilaksanakan Workshop Perencanaan Partisipatif dan Sosialisasi MKRPL, yang diselenggarakan tanggal 7 – 8 Juni 2012 di Kantor Desa Rempe. Hadir dalam acara tersebut antara lain kelompoktani, PPL, Koordinator Penyuluh BPP Seteluk dan Pejabat Struktural Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam kesempatan ini, Dr. Moh. Nazam, M.Si selaku penanggungjawab kegiatan MKRPL BPTP NTB, menjelaskan pentingnya manfaat MKRPL bagi rumah tangga dan masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan. Lebih jauh dijelaskan bahwa hal yang terpenting adalah bagaimana MKRPL ini dibangun di lokasi tersebut agar dapat berfungsi sebagai rumah pangan yang berlangsung kontinyu dan berkesinambungan. Menurutnya MKRPL akan lestari apabila tersedia kebun bibit yang dapat menghasilkan bibit secara terus menerus, pemanfaatan  limbah tanaman dan ternak yang tersedia di pekarangan sebagai media tanam dan penyubur tanaman, pemanfaatan bahan bekas maupun bahan lokal setempat sebagai wadah media tanam. Perserta sosialisasi sangat tertarik dengan paparan yang diberikan oleh penanggung jawab kegiatan karena para peserta dapat melihat gambar mengenai cara dan bentuk pemanfaatan pekarangan yang telah berhasil dibangun di lima lokasi MKRPL lainnya.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Ir. Hj. Hairia Hamim dalam kata sambutannya menyapaikan ucapan terima kasih kepada BPTP NTB karena instansinya bersama BPTP NTB dapat melaksanakan kegiatan secara terpadu, dimana BPTP NTB akan mengembangkan MKRPL sedangkan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Sumbawa Barat akan melaksanakan kegiatan DESA MAPAN. Data yang ada menunjukkan di Desa Rempe terdapat 184 KK, dan akan dibina 120 KK melalui program desa mandiri pangan dan MKRPL.

Peserta pertemuan sosialisasi berharap banyak dengan adanya program MKRPL ini, setidaknya produk yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi masakan khas tradisional “Sepat” membutuhkan Terong bakar dan Seledri sebagai campuran masakan tersebut

Web Analytics