Berita

Santri Ponpes Al-Anshor Beber, Lombok Tengah Belajar M-KRPL Ke BPTP NTB

Pin It

Sebanyak 40 orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anshor, Beber, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah pada hari Kamis, 31 Mei 2012 berkunjung ke BPTP NTB untuk meminta penjelasan tentang Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) dan bagaimana implementasinya di Lingkungan Ponpes. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Ponpes Saham Sadri didampingi Atrum Atmaja dan beberapa pengasuh diterima oleh Dr. H. Moh. Nazam (Penanggung Jawab M-KRPL BPTP NTB) di Ruang Sidang Utama BPTP NTB. Dalam kata penerimaannya Nazam menjelaskan latar belakang  dicanangkannya konsep M-KRPL menjadi program nasional. Bermula dari pernyataan Presiden SBY bahwa masalah ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Masalah ketahanan pangan menjadi isu strategis karena berkaitan dengan masalah pertumbuhan penduduk, keterbatasan sumberdaya lahan, perubahan iklim yang semakin tidak menentu dan masalah sosial ekonomi. Hal tersebut menyebabkan tingkat pencapaian pembangunan pangan dan gizi penduduk NTB hingga saat ini jauh tertinggal dibandingkan dengan yang dicapai provinsi lain. Status gizi balita berdasarkan tinggi badan berada pada urutan ke-30 dari 33 provinsi. Jumlah penderita kekurangan gizi berada pada posisi ke-33 yaitu mencapai 30,5%, jauh di bawah rata-rata nasional sebanyak 17,9%.

Meskipun M-KRPL mulai diterapkan pada akhir 2011, namun gaungnya di tengah-tengah masyarakat cukup luas bahkan sudah sampai ke lingkungan Ponpes; hal ini menunjukkan bahwa kehadiran M-KRPL sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi solusi yang tepat mengatasi permasalahan pangan dan gizi keluarga bahkan di kalangan para santri. Ketersediaan pangan dan gizi dalam jumlah yang cukup dan dengan kualitas yang baik adalah faktor penting untuk menjadikan hidup kita sehat dan cerdas.

Implementasi M-KRPL yang baik di Lingkungan Ponpes, menurut Nazam, selain dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para santri dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, juga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi para santri, mengkonservasi sumberdaya lokal, mengembangkan kegiatan ekonomi produktif serta menciptakan lingkungan yang hijau, bersih dan sehat secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Ponpes Al-Anshor Beber dalam pengantarnya mengharapkan bimbingan teknis dari BPTP dalam penerapan M-KRPL di lingkungan Ponpes dan masyarakat di sekitar ponpes yang sangat tertarik dengan M-KRPL. Setelah selesai menerima penjelasan, selanjutnya rombongan meninjau kegiatan M-KRPL di pekarangan BPTP dan Kebun Bibit Induk (KBI). Para santri dan pembinanya nampak serius melihat keragaan tanaman sayuran yang tertata rapi di pekarangan BPTP maupun di KBI. Bahkan banyak diantara mereka termasuk pembinanya tertarik dan ingin membawa pulang beberapa jenis tanaman yang ada di KBI. (Sumber : M Nazam)

Web Analytics