Berita

Sosialisasi Cara Penafsiran Berat Badan Ternak Di Kabupaten Lombok Timur

Pin It

Kegiatan sosialisasi cara penafsiran berat badan ternak dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2012 bertempat di Kelompok Tani “Semangat Patuh” Desa Bila Kembar, Kecamatan Swela yang merupakan mitra pelaksanaan kegiatan Tanam Jagung Untuk Pakan dan Pangan (TEJAPAPAN) di Kabupaten Lombok Timur. Metode pengukuran berat badan ternak dengan penafsiran menggunakan pita ukur merupakan salah satu cara mengetahui berat badan ternak yang paling mudah dilakukan sendiri oleh petani. Hanya dengan menggunakan pita ukur dan tabel berat badan ternak, petani sudah dapat menafsirkan berat badan ternak mereka. Menurut Ir. Kaharudin sebagai salah satu anggota tim pengkajian BPTP NTB selisih berat badan hasil penafsiran menggunakan pita ukur dengan berat badan ternak yang sebenarnya hanya berkisar antara 2-3 kg. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh anggota kelompok tani ternak, baik petani kooperator maupun non kooperator.

Pengetahuan pengukuran berat badan ternak merupakan salah satu bagian dari kegiatan Kajian Produksi Biomassa dari Beberapa Varietas Jagung Pakan-Pangan Mendukung Program Swasembada Daging Sapi-Kerbau. Pada kegiatan pengkajian ini pengukuran berat badan ternak sangat penting karena berkaitan dengan jumlah pakan minimal yang akan diberikan kepada ternak (sapi). Pada pengkajian ini pakan berasal dari produksi biomassa jagung dari 4 varietas yaitu Bima 3, Bisi 16, Lamuru dan Srikandi Kuning, baik yang dipanen pada umur 30 HST, 40 HST, 80 HST dan 2 minggu sebelum panen tongkol jagung. Di masa yang akan datang dengan mengetahui berat badan ternak setidaknya petani mempunyai posisi tawar yang kuat saat menjual ternak mereka. Para petani yang hadir sangat antusias dengan pengetahuan yang dianggap baru bagi mereka. (Sumber : Eka Widiastuti dan Nurul Agustini)

Web Analytics